bakabar.com, BANJARBARU - Bupati Banjar H Saidi Mansyur menjadi salah satu kepala daerah yang turut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kawasan aglomerasi Banjarmasin Raya, Kamis (9/4/2026) pagi.
Kehadiran H Saidi Mansyur bersama Wali Kota Banjarmasin HM Yamin dan Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi menandai komitmen bersama tiga daerah dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis energi ramah lingkungan.
Penandatanganan berlangsung di Gedung Auditorium KH Idham Chalid, Banjarbaru, dan turut disaksikan perwakilan pemerintah pusat dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Program PSEL ini mencakup wilayah Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala, dengan konsep pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025.
Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah KLH Hanifah Dwi Nirwana menyebut total timbulan sampah dari tiga daerah diproyeksikan mencapai sekitar 635 ton per hari, dengan porsi terbesar berasal dari Banjarmasin.
Fasilitas PSEL direncanakan terpusat di wilayah Banjarmasin sebagai pengolahan kawasan aglomerasi dan akan menjadi proyek jangka panjang hingga 30 tahun, sehingga membutuhkan kepastian komitmen daerah dalam penyediaan lahan dan pasokan sampah.
“Daerah harus memastikan pasokan sampah terpenuhi, karena jika tidak dapat dikenakan penalti sesuai ketentuan,” ujarnya.
KLH juga menyiapkan kandidat lokasi sebelum diserahkan kepada Danantara untuk proses investasi bersama pihak pengembang.
Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber agar proses konversi energi berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan penandatanganan ini, Pemkab Banjar menegaskan dukungannya terhadap transformasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan di kawasan Banjarmasin Raya.
Sebelumnya, Bersama Pemkot Banjarmasin dan Pemkab Barito Kuala (Batola), Banjar sudah menggelar rapat koordinasi. Rapat itu mempertemukan Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin, Bupati Banjar H Saidi Mansyur, dan Bupati Batola H Bahrul Ilmi, Kamis (2/4).
Dalam skema ini, Kabupaten Banjar berperan menyuplai sebagian kebutuhan sampah untuk mendukung operasional PSEL. Pasalnya, proyek tersebut membutuhkan minimal 500 ton sampah per hari.
Sementara produksi sampah Kota Banjarmasin hanya sekitar 491 ton per hari, sehingga kekurangannya akan ditutupi dari Banjar dan Batola. Secara total, produksi sampah tiga daerah ini diperkirakan mencapai 678 ton per hari.
Bupati Banjar Saidi Mansyur menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam pengelolaan sampah berbasis energi.
“Isu lingkungan tidak pernah selesai. Apa yang dilakukan ini sejalan dengan komitmen Banjar menuju kabupaten yang lebih asri,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemkab Banjar juga menyiapkan berbagai langkah pendukung agar implementasi program berjalan optimal.
“Ke depan kami siapkan langkah konkret agar bisa dipadukan dalam kerja sama ini,” tambahnya.










