Banjarmasin Hits

Baut Diduga Hilang, Jembatan Cusa Banjarmasin Kembali Jadi Sorotan

Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai (Cusa), Kota Banjarmasin, kembali menjadi sorotan. Meski belum resmi dibuka untuk umum, sejumlah baut pengunci hilang

Featured-Image
Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai (Cusa), Kota Banjarmasin, kembali menjadi sorotan. Meski belum resmi dibuka untuk umum, sejumlah baut pengunci pada struktur jembatan diduga hilang. Foto: Istimewa

bakabar.com, BANJARMASIN – Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai (Cusa), Kota Banjarmasin, kembali menjadi sorotan. Meski belum resmi dibuka untuk umum, sejumlah baut pengunci pada struktur jembatan diduga hilang.

Kondisi itu terlihat dari beberapa titik baut yang tampak tidak selaras dibanding bagian lain yang masih terkunci rapi. Material yang diduga hilang berupa mur besar dan sekrup, terutama di sisi kawasan Cemara Ujung.

Padahal, secara kasat mata, komponen tersebut terhubung langsung dengan penyangga gantung jembatan yang menjadi bagian penting konstruksi.

Warga sekitar, Aulia (46), mengaku kecewa dengan kondisi proyek yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan tersebut. Menurutnya, sejak proses pembangunan hingga selesai, jembatan justru terlihat seperti mangkrak karena belum difungsikan.

Akibat kondisi itu, material penting seperti baut diduga mulai menjadi sasaran oknum tak bertanggung jawab. Selain itu, beberapa bagian dinding jembatan juga mulai dipenuhi aksi vandalisme.

Ia menilai baut pada beberapa bagian memang sudah lebih dulu longgar sebelum akhirnya hilang. “Longgar duluan, bila terkunci kuat tidak gampang dibuka karena harus pakai alat untuk membukanya,” ujarnya.

Sebagai warga yang tinggal di sekitar lokasi, Aulia mengaku mengetahui langsung perubahan kondisi jembatan tersebut dari waktu ke waktu.
“Aku siang malam beraktivitas di sini, jadi lihat mulai longgar sampai bautnya sudah tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina, mengakui laporan hilangnya baut pada infrastruktur jembatan menjadi perhatian serius pihaknya.

Menurut Kartika, komponen tersebut berkaitan langsung dengan aspek keamanan struktur jembatan.
“Untuk lokasi Jembatan Cusa kita akan coba cek segera di lapangan terkait laporan ini,” jelasnya.

Ia menegaskan, jembatan dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat untuk memudahkan akses dan mobilitas warga.

Karena itu, tindakan merusak ataupun mengambil komponen jembatan dinilai dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat yang nantinya menggunakan akses tersebut.

Editor


Banner
Banner