bakabar.com, BANJARMASIN - Layanan perbankan tak lagi berhenti di kota. Bank Kalsel tancap gas memperluas digitalisasi ke desa-desa terpencil di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, menggandeng pemerintah daerah demi mendorong ekonomi inklusif.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memperkuat sinergi dengan Bank Kalsel untuk memperkokoh layanan digital perbankan hingga ke pelosok desa. Langkah ini dinilai krusial mengingat banyak wilayah HSU berada di kawasan sungai, rawa, dan persawahan yang aksesnya terbatas.
Bupati HSU H Saharudjani menegaskan, kemudahan akses layanan keuangan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Pemkab HSU ingin memastikan masyarakat desa tak tertinggal dalam ekosistem ekonomi modern.
“Kami ingin tidak ada warga yang tertinggal, termasuk di pelosok desa. Akses keuangan yang mudah adalah kunci,” ujarnya, Jumat (27/2).
Dari sisi perbankan, Bank Kalsel menghadirkan dua inovasi unggulan. Pertama, Aksel by Bank Kalsel, aplikasi mobile banking yang memudahkan petani, pedagang, hingga pelaku ekonomi kreatif bertransaksi cukup lewat ponsel. Transfer, bayar tagihan, hingga pengelolaan saldo usaha bisa dilakukan real-time tanpa harus datang ke kantor cabang.
Kedua, Agen Digital Inklusi Keuangan (ADINK) melalui skema Laku Pandai. Program ini memberdayakan individu maupun badan hukum sebagai perpanjangan tangan bank untuk melayani setor dan tarik tunai, hingga pembayaran PBB dan PDAM di desa-desa rawa.
Kehadiran ADINK menjadi solusi nyata bagi wilayah terpencil agar tetap terhubung dengan layanan perbankan modern. Dengan begitu, kesenjangan akses keuangan antara kota dan desa di Kalimantan Selatan dapat ditekan.
Bank Kalsel optimistis, penguatan layanan digital ini bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi juga upaya mempercepat perputaran ekonomi daerah. Inklusi keuangan diyakini menjadi fondasi ketahanan ekonomi HSU ke depan.









