bakabar.com, BANJARMASIN - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Firman Yusi, menilai status bank devisa menjadi peluang strategis agar Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) Kalsel dapat dikelola oleh bank daerah.
Menurutnya, selama ini potensi dana dari sektor ekspor masih banyak mengalir ke perbankan nasional maupun luar daerah. Dengan meningkatnya status Bank Kalsel menjadi bank devisa, perputaran dana tersebut diharapkan dapat tertahan dan dikelola di daerah.
“Langkah ini akan memperkuat likuiditas, meningkatkan laba, sekaligus berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya, Kamis (30/4).
Firman juga menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga infrastruktur dan sumber daya manusia. Ia berharap transformasi ini tidak sekadar status administratif, melainkan benar-benar mampu meningkatkan daya saing Bank Kalsel di sektor perbankan nasional.
Dari sisi kesiapan, Bank Kalsel melalui Kepala Divisi Dana dan Digital, Suwanto, menyampaikan bahwa pengajuan status bank devisa ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dilakukan sejak Juni 2025.
Hingga Maret 2026, progres pemenuhan 53 rekomendasi teknis telah mencapai 74 persen.
“Target kami seluruh persyaratan dapat terpenuhi pada akhir Mei 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam proses ini meliputi penguatan manajemen risiko, peningkatan sistem teknologi informasi, hingga kepatuhan terhadap regulasi transaksi internasional.
Selanjutnya, Bank Kalsel akan melakukan simulasi layanan devisa di sejumlah cabang sebagai tahap uji kesiapan operasional. Layanan tersebut mencakup transaksi valuta asing, remitansi internasional, hingga dukungan kegiatan ekspor-impor.
Simulasi ini penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal sebelum layanan benar-benar diimplementasikan secara luas kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Dengan status sebagai bank devisa nantinya, Bank Kalsel diharapkan mampu memberikan layanan lebih lengkap kepada nasabah, khususnya pelaku usaha yang bergerak di sektor ekspor dan impor.
Selain itu, keberadaan bank devisa daerah juga dinilai dapat memperkuat ekosistem ekonomi regional serta mendorong pertumbuhan investasi di Kalimantan Selatan.
DPRD Kalsel pun berkomitmen untuk terus mengawal proses ini agar berjalan sesuai target, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.










