Hot Borneo

Banjir di Murui Semakin Tinggi, Trans Kalimantan Palangka Raya-Buntok Nyaris Lumpuh

Luapan Sungai Murui di Desa Telok Batu, Kecamatan Mantangai, Selasa (15/11), berdampak besar terhadap arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan Poros Tengah

Featured-Image
Situasi antrean kendaraan di lokasi banjir daerah Murui, Desa Telok Batu, Kecamatan Mantangai.

bakabar.com, PALANGKA RAYA - Luapan Sungai Murui di Desa Telok Batu, Kecamatan Mantangai, Kapuas, Selasa (15/11), berdampak besar terhadap arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan Poros Tengah atau Palangka Raya-Buntok.

Luapan yang disebabkan intensitas hujan tinggi itu nyaris melumpuhkan arus lalu lintas.

Mobil angkutan penumpang maupun barang yang datang dari arah Palangka Raya atau Buntok, meski mengantre agar bisa melintasi jalan banjir berarus deras.

Sementara pengendara sepeda motor harus menaiki kelotok penyeberangan agar dapat melewati titik banjir. Namun biaya penyeberangan yang dikenakan sebesar Rp60 ribu per unit. 

"Hingga malam hari, air sudah mencapai pinggang orang dewasa. Sepertinya kedalaman air lebih tinggi dibandingkan siang," papar Andi, seorang driver travel kepada bakabar.com.

"Mungkin sebaiknya kendaraan yang tidak membawa penumpang jangan melintas dulu, karena arus air cukup deras," imbuhnya.

Pertimbangan itu pula yang akhirnya membuat sejumlah pengendara memilih tidak melanjutkan perjalanan. Terlebih bukan perkara mudah melintasi banjir di malam hari.

"Bahkan dikabarkan sebuah minibus terjebak di tengah banjir karena nekat melintas. Sebelumnya sebuah truk juga sempat terseret arus deras," tandas Andi.

Editor
Komentar
Banner
Banner