News

Aprindo Gandeng Mitra Enabler Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas Hingga ke Pasar Mancanegara

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey bersama Direktur Utama…

Featured-Image
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan PT Mitra Enabler Indonesia (PT MEI) menandatangani nota kesepahaman di Rumarica Resto, Sentra Niaga, Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat.

bakabar.com, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey bersama Direktur Utama PT Mitra Enabler Indonesia (PT MEI), Humahwan menandatangani nota kesepahaman tentang Optimalisasi Pemanfaatan Enabler UMKM Terintegrasi dengan Sistem Resi Gudang dan Hybrid B2B Marketplace oleh Pelaku Usaha Retail, Selasa (23/8).

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga dalam sambutannya mengatakan melalui nota kesepahaman tersebut diharapkan menjadi sinergi yang baik untuk mengembangkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Terutama dalam memberdayakan UMKM naik kelas, termasuk dengan mendorong UMKM untuk dapat menembus pasar global.

"Pemerintah hadir memberikan solusi untuk para petani, nelayan, pelaku usaha khususnya UMKM kita untuk memastikan komoditasnya tersimpan dengan baik," kata Wamen Jerry melalui keterangan tertulis yang diterima bakabar.com, Rabu (24/8).

Jerri menjelaskan dengan keberadaan gudang membuat hasil komoditas dapat tersimpan dan membuat penjualannya dapat ditunda saat penjualannya mulai membaik. Dengan begitu, para pelaku usaha, petani, dan nelayan tidak mengalami kerugian.

Dia mencontohkan, selama ini sering ditemui petani di daerah-daerah yang mengalami kesulitasn dalam rangka memeroleh penjualan. Hal tersebut disebabkan karena musim panen tiba yang membuat harga komoditas mengalami penurunan. Dengan begitu SRG dapat digunakan sebagai medium penyimpanan oleh para pelaku usaha, petani, maupun nelayan.

"Manfaatkanlah itu, optimalkanlah itu, jangan sampai tidak dioptimalkan. Ini dalam rangka pemerintah memberikan kehadiran, memberikan keberpihakan, dan juga memberikan program yang terukur dan objektif dan bermanfaat untuk masyarakat," ajaknya.

Direktur Utama PT Mitra Enabler Indonesia (PT MEI), Humahwan mengungkapkan penandatangan nota kesepahaman ini bertujuan untuk mengembangkan UMKM agar dapat naik kelas, dengan mempersiapkan ekosistem yang terintegrasi dari hulu sampai hilir kepada UMKM.

Sejumlah agenda yang akan dilakukan di antaranya seperti penyediaan kurasi dan pelatihan, standardisasi produk, pendanaan, akses pasar dan menyiapkan pilihan-pilihan logistik yang terpercaya serta dukungan pembinaan berbasis sistem resi gudang.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang akan dibangun dengan Aprindo meliputi pembinaan UMKM binaan Aprindo oleh Mitra Enabler Indonesia, pemanfaatan implementasi pembiayaan dan pemasaran menggunakan Sistem Resi Gudang bagi UMKM.

Selain itu, juga akan dilakukan penyerapan produk UMKM dengan Aprindo sebagai standby buyer (offtaker), pengembangan pasar domestik dan ekspor khususnya bagi UKM dengan membuka Pavilion Produk Indonesia di Luar Negeri.

"Dalam rangka pemberdayaan UMKM yang handal dan siap menghadapi perubahan cepat iklim bisnis global, kami akan melakukan pendampingan untuk memastikan UMKM memiliki standar mutu dan kelayakan bagi pasar dalam negeri maupun pasar internasional yang pemasarannya dilakukan secara online dan offline (hybrid)" ujar Humahwan.

Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey memaparkan bahwa nota kesepahaman ini akan segera diimplementasikan secara berkesinambungan. Selain dengan menyerap produk UMKM, pihaknya juga mendukung pengembangan pasar ekspor untuk UKM dengan membuka Pavilion Produk Indonesia di luar negeri yang sudah dimulai dengan pilot project di Busan, Korea Selatan.

"Ini juga menjadi peran daripada Aprindo yang terus kita sosialisasikan kepada para anggotanya," pungkasnya.



Komentar
Banner
Banner