Kalsel

Angkat Anak dari Kalangan Sayyid, Bukti Kecintaan Mardani H Maming ke Para Habaib

apahabar.com, BATULICIN – Sosok Syafruddin H Maming (Cuncung) dan adiknya Mardani H Maming (MHM) diam diam…

Featured-Image
Tangan Mardani H Maming dipegang erat oleh Guru Bangil. Foto-Istimewa

bakabar.com, BATULICIN – Sosok Syafruddin H Maming (Cuncung) dan adiknya Mardani H Maming (MHM) diam diam dikenal sebagai tokoh yang sangat menghormati para ulama dan habaib.

MHM, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi ini memiliki cukup kedekatan emosional dengan banyak habaib, baik di Kabupaten Tanah Bumbu dan di luar Pulau Kalimantan. Satu di antaranya adalah Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf asal Solo.

“MHM sangat hormat dan taat kepada ulama dan habaib. Bahkan, di era kepemimpinannya, para habaib sangat diperhatikan,” kata tokoh pemuda Alawiyyin, Sayyid Ismail Kholil Alydrus, kepada bakabar.com, Minggu (4/10).

Contoh kecintaan MHM kepada para habaib adalah saat mantan bupati Tanah Bumbu itu mengalokasikan anggaran untuk kegiatan haul akbar di Bumi Bersujud.

img

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama Sayyid Ismail Kholil Alydrus. Foto-Istimewa

Misalnya, haul Habib Muhammad bin Habib Ali Al Idrus atau Habib Mancung yang dipusatkan di Kecamatan Kusan Hulu. Selain itu, ada banyak kegiatan haul akbar di Tanah Bumbu yang dilaksanakan atas inisiasi MHM.

“Saat beliau jadi Bupati, peringatan haul itu dianggarkan Rp 100 juta. Akhirnya setiap acara haul selalu ramai. Roda perekonomian masyarakat bergerak,” katanya.

Bukti lain kecintaan MHM kepada para habaib ketika adik dari Syafruddin H Maming itu mengangkat seorang anak dari kalangan sayyid. Anak itu kemudian disekolahkan ke Tarim, Hadramaut, dengan biaya pribadi.

“Jadi, kecintaan beliau kepada para habaib itu tidak perlu diragukan. Sudah banyak contohnya,” kata anak dari Habib Umar bin Hamzah Alydrus ini.

Sebelumnya, dia juga menyampaikan bahwa majelis taklim dan pengajian justru maju pesat di era MHM. Saat itu, majelis taklim berkembang secara merata di wilayah perdesaan.

“Sangat berbeda dengan di era Zairullah Azhar yang terpusat hanya di satu tempat. Tapi majelis taklim di tempat lain justru mati suri,” jelasnya.

Selain MHM, Said Ismail memandang Syafruddin H Maming dan M Alpiya Rakhman sebagai figur pemuda yang sama-sama mencintai ulama dan habaib.

“Syafruddin H Maming dan M Alpiya Rakhman itu punya kesamaan dengan MHM. Mereka sangat menghormati para ulama,” tandasnya.

Komentar
Banner
Banner