bakabar.com, KANDANGAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan resmi memasuki periode kepengurusan baru 2026–2031 setelah prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Selasa malam (21/04/2026).
Dalam momentum yang penuh suasana religius tersebut, ulama kharismatik asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), TGH. Ahmad Syairazi, SM, ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Kalsel.
Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Ketua MUI Pusat, KH. M. Kholil Nafis yang hadir langsung mewakili Ketua Umum MUI Pusat. Bupati HSS, Syafrudin Noor turut hadir memberikan dukungan dan menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya ulama terbaik dari daerahnya.
Upacara pengukuhan diawali laporan Ketua Panitia Pelaksana, Harunur Rasyid yang menyebut bahwa susunan kepengurusan periode ini dirancang lebih komprehensif untuk menjawab tantangan zaman.
Terdapat 19 komisi yang dibentuk, mulai dari Komisi Fatwa, Ekonomi Syariah, Komisi Informasi dan Digitalisasi, hingga Komisi Penanggulangan Bencana serta Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga.
“Acara ini bertujuan memperkuat ukhuwah serta mendorong peran vital ulama dalam membina masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Harunur
Dalam sambutan perdananya, Ketua Umum MUI Kalsel terpilih, TGH. Ahmad Syairazi, menegaskan komitmen lembaga untuk memperkuat peran ulama sebagai penyejuk umat sekaligus mitra strategis pemerintah.
“MUI Kalsel akan menjadi khadimul ummah, pengayom sekaligus pelayan umat. Sinergi ulama dan umara sangat penting. Kita harus menjaga keseimbangan empat pilar umat: adilul umara, ulama, aghniya, dan doanya fuqara,” ucapnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Hasnuriyadi Sulaiman menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya pengurus baru.
“Masyarakat Kalsel sangat religius. Karena itu, keberadaan MUI sangat strategis. Kami menyambut gembira terpilihnya TGH. Ahmad Syairazi dan berharap pengurus baru dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.










