Sorry Syndrome

Minta Maaf Terlalu Sering? Bisa Jadi itu Sorry Syndrome!

Terlalu sering minta maaf, bahkan untuk hal yang tidak dilakukan? Bisa jadi kamu terkena sorry syndrome atau sindrom meminta maaf.

Sorry Syndrome menggambarkan perilaku di mana seseorang terlalu sering meminta maaf. Foto: Nicoelnino/istock photo

apahabar.com, JAKARTA – Terlalu sering minta maaf, bahkan untuk hal yang tidak dilakukan? Bisa jadi kamu terkena sorry syndrome atau sindrom meminta maaf.

Melansir dari Subconscious Servant, Sorry Syndrome adalah istilah yang menggambarkan perilaku berlebihan dalam meminta maaf, bahkan dalam situasi yang sebenarnya tidak memerlukan permintaan maaf.

Perilaku ini dapat terjadi sebagai respons otomatis atau karena merasa perlu untuk selalu memastikan bahwa orang lain tidak merasa terganggu atau tersinggung.

Sorry Syndrome dapat mengarah pada stres, kecemasan, dan bahkan rendahnya rasa percaya diri. Orang yang mengalami hal ini mungkin merasa tidak nyaman atau cemas jika mereka tidak meminta maaf, bahkan dalam situasi yang sebenarnya tidak memerlukan permintaan maaf. Ini juga bisa menjadi gejala dari kecemasan sosial atau masalah emosional lainnya.

Penting untuk diingat bahwa mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah bagian penting dari komunikasi dan hubungan yang sehat. Namun, jika Sindrom Meminta Maaf ini melampaui batas maka dapat mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang.

Baca Juga: Pola Asuh Keluarga Berpengaruh pada Gangguan Mental Emosional Anak

Cara mengurangi sorry syndrome
Menurut artikel yang ditulis oleh Juliana Breines, Ph.D., berjudul “I’m Sorry” Is Too Much membahas tentang cara mengurangi kebiasaan berlebihan dalam meminta maaf, antara lain:

1. Gantikan "maaf" dengan "terima kasih" dalam beberapa situasi. Misalnya, jika kamu terlambat atau lupa melakukan sesuatu, ucapkan "terima kasih sudah menunggu" atau "terima kasih sudah melakukannya untukku" sebagai alternatif dari meminta maaf.

2. Bangun rasa penghargaan dan pemahaman terhadap nilai diri sendiri. Ini akan membantu mencegah merasa rendah diri dan selalu meminta maaf berlebihan. Terimalah kekuranganmu, karena semua orang memiliki kekurangan.

3. Simpan permintaan maaf untuk situasi yang benar-benar memerlukan maaf, dan hindari meminta maaf untuk hal-hal kecil yang bukan kesalahanmu. Ini akan membantu menjaga kesan serius dari permintaan maafmu.

Cara ini bisa membantu mengatasi kecenderungan berlebihan dalam meminta maaf dan membangun rasa harga diri yang lebih sehat.

Jika seseorang merasa bahwa mereka terjebak dalam pola perilaku seperti ini, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perasaan berlebihan meminta maaf. Bantuan dari seorang profesional kesehatan mental, seperti seorang psikolog atau terapis dapat membantu.