bakabar.com, BANJARBARU - Banjarmasin menjadi kota tertinggi penerima opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari dua Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Banjarmasin 1 dan Samsat Banjarmasin 2.
Berdasarkan rekapitulasi realisasi hingga 13 Desember 2025, Samsat Banjarmasin 2 membukukan penerimaan Opsen PKB sebesar Rp55,22 miliar atau tertinggi dibandingkan UPPD lain di Kalsel.
Capaian tersebut menempatkan Samsat Banjarmasin 2 di posisi puncak, mengungguli UPPD Banjarbaru dengan Rp48,22 miliar dan UPPD Banjarmasin 1 sebesar Rp44,86 miliar. Konsistensi penerimaan terlihat sepanjang tahun dengan lonjakan signifikan terjadi sejak awal hingga akhir Desember 2025.
Adapun secara keseluruhan, penerimaan opsen PKB di Kalsel selama 2025 mencapai Rp363,51 miliar. Sementara opsen BBNKB berkontribusi sebesar Rp253,70 miliar, sehingga akumulasi kedua sektor ini menembus angka lebih dari Rp617 miliar.
Dominasi Samsat Banjarmasin 2 dinilai tidak terlepas dari peningkatan aktivitas kepemilikan dan transaksi kendaraan bermotor di wilayah layanan tersebut, serta optimalisasi pelayanan kepada wajib pajak.
"Termasuk faktor kemudahan akses pembayaran dan intensifikasi sosialisasi juga berperan dalam mendorong kepatuhan masyarakat," papar Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kalsel, Indra Surya Saputra, Minggu (18/1).
Penerimaan opsen pajak kendaraan menjadi salah satu sumber penting pendapatan daerah yang digunakan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kalsel.
Opsen sendiri otomatis masuk ke kas daerah kabupaten dan kota masing-masing, ketika masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor.
Berikut daftar kabupaten dan kota penerima opsen PKB dan BBNKB 2025:
1. Banjarmasin Rp144,9 miliar
2. Banjarbaru Rp81,2 miliar
3. Tanah Laut Rp17,8 miliar
4. Kotabaru Rp40,5 miliar
5. Banjar Rp71,6 miliar
6. Barito Kuala Rp24 miliar
7. Tapin Rp24,7 miliar
8. Hulu Sungai Selatan Rp20,3 miliar
9. Hulu Sungai Tengah Rp19,6 miliar
10. Hulu Sungai Utara Rp19,8 miliar
11. Tabalong Rp46,4 miliar
12. Tanah Bumbu Rp39,6 miliar
13. Balangan Rp16,1 miliar