Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar kembali bergerak merapikan kawasan religi Kubah Abah Guru Sekumpul. Setelah enam kali melayangkan surat imbauan, kini para
Pengurus Musala Arraudah Sekumpul, Martapura, Banjar mengumumkan bahwa kegiatan rutin malam Senin dan Jumat diliburkan sementara setelah peringatan Nisfu Syakba
Pengelola Musala Ar-Raudhah Sekumpul menegaskan bahwa penutupan Kubah KH Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul merupakan hasil keputusan bersama yang telah m
Muhammad Syaripudin yang akrab disapa Bang Dhin menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sekaligus haul Abah Guru Sekumpul di kediamannya.
Momen peringatan 5 Rajab di Sekumpul, Martapura dinilai memiliki potensi besar tidak hanya dari sisi religius, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi.
Kepulangan jemaah haul KH Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul di hari kedua sedikit terganggu.
Banjarbaru dan Martapura dipadati hampir 5 juta jemaah yang mengikuti kegiatan momen 5 Rajab atau haul ke-21 Guru Sekumpul.
Momen 5 Rajab atau haul Guru Sekumpul memang menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan.
Pelaksanaan puncak momen 5 Rajab atau haul ke-21 KH Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) baru saja selesai, Minggu (28/12) sekitar pukul 19.59 Wita.
Sejak beberapa hari yang lalu, jemaah sudah mulai berdatangan ke Martapura untuk mengikuti kegiatan momen 5 Rajab atau haul ke-21 KH Zaini bin Abdul Ghani (Guru
Momen 5 Rajab atau haul ke-21 KH Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul berpuncak di Musala Ar-Raudah, Sekumpul, Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan.
Jemaah momen 5 Rajab atau haul Guru Sekumpul terus berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui jalur udara.