Pemkot Banjarmasin

Wali Kota Sarankan Pengelola Wisata Kampung Ketupat Banjarmasin Gratiskan Pengunjung

Ibnu memberi saran kepada pengelola agar tidak ada tarif masuk untuk wisata Kampung Ketupat apabila beroperasional kembali.

Featured-Image
Ibnu memberi saran kepada pengelola agar tidak ada tarif masuk untuk wisata Kampung Ketupat apabila beroperasional kembali. Foto: Bahaudin Qusairi

bakabar.com, BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyarankan pengelola wisata Kampung Ketupat Banjarmasin menggratiskan pengunjung yang masuk.

Hal itu ia kemukakan lantaran terbengkalainya wisata Kampung Ketupat Banjarmasin dan sepi pengunjung. 

"Ya sarannya digratiskan saja tiket masuk, terpenting ada transaksi. Misalnya berbelanja atau mengenakan tarif di wahana bermain yang ada," ujarnya.

Di Kota Banjarmasin sendiri banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti Taman Kamboja, taman bermain anak dan destinasi wisata seperti Siring Menara Pandang, Patung Bekantan dan lainnya hingga bisa dinikmati secara gratis.

Tentunya beberapa tempat tadi, lanjutnya, menjadi pilihan masyarakat berkunjung untuk bersantai atau sekedar mengisi waktu libur.

"Banyak tempat yang tidak berbayar dan masyarakat banyak ke sana," kata Ibnu.

Menurutnya apabila Kampung Ketupat bisa menuangkan konsep dengan baik melalui kuliner atau wahana bermain, tentu nantinya dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung.

"Jadi fokuskan ke makanan yang nyaman, wahana bermain yang bagus. Orang-orang akan datang," tutur Ibnu.

Terlebih lanjutnya, kawasan itu ada space para UMKM pembuat dan pengrajin ketupat yang menjadi daya tarik selama ini.

"Apalagi ada enam jenis ketupat khas sana yang merupakan kearifan lokal Banjar sehingga Kampung Ketupat bisa naik kelas. Jadi saya kira perlu diangkat lagi," tuturnya.

Ia menekan, hanya bisa menyarankan saja dan tidak bisa ikut campur mengenai pengelolaan.

Mengingat lahan tersebut telah dikerjasamakan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin dengan pihak ketiga selaku pengelolaan dengan perjanjian sewa lahan.

"Kita hanya sewa lahan saja dan mereka bangun. Jadi kita serahkan ke mereka untuk pengelolanya sebagai penyewa," tutup Ibnu.

Editor


Komentar
Banner
Banner