News

Wakil Rektor III Uniska: SNBP Bukan Puncak, Tapi Awal Perjalanan

Didi Susanto, mengingatkan bahwa kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) bukanlah puncak keberhasilan.

Featured-Image
Wakil Rektor III Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjary, Didi Susanto: Foto: Istimewa

bakabar.com, BANJARMASIN – Wakil Rektor III Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjary, Didi Susanto, mengingatkan bahwa kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) bukanlah puncak keberhasilan, melainkan awal dari perjalanan panjang pendidikan.

Menurut Didi, euforia kelulusan SNBP yang setiap tahun disambut meriah di sekolah-sekolah memang wajar. Siswa yang lolos kerap mendapat pujian dan dianggap sebagai simbol keberhasilan. Namun, ia menilai pandangan tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Kelulusan SNBP sering dianggap sebagai prestasi besar. Padahal, itu lebih merupakan hasil dari usaha di masa lalu, bukan jaminan kesuksesan di masa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam perspektif pendidikan, masuk perguruan tinggi negeri memang memberikan pengakuan sosial. Namun, keberhasilan sejati ditentukan oleh proses belajar yang berkelanjutan, bukan pencapaian sesaat.

Didi juga mengingatkan adanya risiko rasa puas diri bagi siswa yang telah lolos SNBP. Jika tidak diimbangi dengan semangat untuk terus berkembang, capaian tersebut bisa menjadi jebakan yang justru menghambat kemajuan.

“Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu beradaptasi, terus belajar, dan memiliki ketekunan dalam jangka panjang,” katanya.

Ia menambahkan, kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh status kampus. Banyak individu yang awalnya tidak menonjol justru mampu meraih hasil besar karena memiliki daya juang dan konsistensi yang tinggi.
Selain itu, Didi juga mengajak masyarakat untuk tidak memberikan label “pemenang” hanya kepada siswa yang lolos SNBP.

Menurutnya, masih banyak jalur lain yang bisa ditempuh untuk meraih kesuksesan, baik melalui seleksi tes, perguruan tinggi swasta, maupun jalur non-akademik.
“Bagi yang belum lolos SNBP, itu bukan kegagalan. Bisa jadi itu jalan lain menuju peluang yang lebih besar,” tegasnya.

Ia pun menekankan bahwa kelulusan SNBP seharusnya dipandang sebagai titik awal, bukan garis akhir.

“Pada akhirnya, prestasi sejati bukan soal di mana seseorang diterima kuliah, tetapi bagaimana ia terus bertumbuh dan memberi arti dalam hidupnya,” pungkas Didi.

Editor


Comment
Banner
Banner