Pemkab Tabalong

Seorang Warga Terindikasi Difteri, Dinkes Tabalong Lakukan Surveilans

Seorang warga Tabalong terindikasi penyakit menular difteri dan telah dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Featured-Image
Seorang warga Tabalong terinfeksi penyakit difteri dirujuk ke RS Ulin Banjarmasin. Foto-ilustrasi/ist

bakabar.com,  TANJUNG - Seorang warga Tabalong terindikasi penyakit menular difteri dan telah dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.
Terkait hal itu, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan langsung bersurat ke Dinkes Tabalong agar waspada terhadap penyakit tersebut.
"Setelah menerima surat tersebut kami langsung melakukan surveilans, terutama ke keluarga pasien. Hasilnya negatif," kata Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Tabalong, H Husin Ansari.
Dijelaskan Husin, pasien itu baru datang dari Jakarta, kemungkinan di sana lah terserang penyakit tersebut.
"Meski demikian kami terus waspada dan memantau pasien-pasien yang ada di rumah sakit atau puskesmas," ucapnya.
Kata Husin, penyakit difteri ini merupakan infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae.
Ciri-ciri yang mengidap difteri ini terdapat selaput tipis berwarna abu-abu di tenggorokan dengan gejala demam, nyeri tenggorokan, sulit menelan ataupun suara serak.
Kemudian, terbentuknya pseudomembran berwarna putih keabu-abuan pada tonsil, faring atau laring, pembesaran kelenjar getah bening leher disertai pembengkakan leher.
"Selain itu terdapat gejala toksisitas seperti lemah, pucat, takikardia atau penurunan kesadaran. Penularan penyakit difteri ini dari bersin ataupun batuk seseorang, termasuk peralatan yang digunakan," jelas Husin.
"Terkait pasien yang dirujuk ke Banjarmasin memang ada terindikasi penyakit tersebut tetapi bakteri tidak berkembang. Penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi," tandasnya.
Editor


Komentar
Banner
Banner