bakabar.com, BANJAR - Realisasi belanja modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar hingga pertengahan 2026 masih berada di bawah 15 persen. Kondisi itu menjadi perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar H Yudi Andrea yang meminta seluruh satuan kerja mempercepat pelaksanaan program pembangunan.
Pesan tersebut disampaikan Yudi saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (17/6/2026).
Dalam amanat Bupati Banjar yang dibacakannya, Yudi mengungkapkan realisasi pendapatan daerah hingga Juni 2026 mencapai Rp1,01 triliun atau 44,33 persen dari target. Sementara realisasi belanja daerah baru mencapai Rp947,89 miliar atau 34,06 persen.
Namun, capaian belanja modal tercatat paling rendah, yakni Rp65,47 miliar atau hanya 13,95 persen dari target yang ditetapkan.
"Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan pada semester kedua tahun ini, terutama terkait percepatan belanja modal," kata Yudi.
Menurutnya, belanja modal memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan pelayanan publik. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jalan, sekolah, fasilitas kesehatan hingga infrastruktur pendukung sektor pertanian.
Karena itu, seluruh SKPD diminta mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, mengoptimalkan penggunaan E-Katalog Lokal serta memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.
Yudi juga mengingatkan kepala perangkat daerah agar rutin memantau progres pekerjaan di lapangan dan tidak menunggu hingga akhir tahun untuk mengambil langkah terhadap proyek yang mengalami keterlambatan.
Di sisi lain, Pemkab Banjar mengapresiasi kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang dinilai berhasil meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan.
Hingga Juni 2026, Disnakertrans telah menggelar 10 jenis pelatihan kerja, mulai dari satpam, operator alat berat hingga tata boga. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 90 persen peserta pelatihan satpam telah terserap bekerja di berbagai perusahaan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
"Hasil ini menunjukkan program yang dijalankan tepat sasaran dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan pengangguran," ujarnya.
Menutup amanatnya, Yudi mengajak seluruh ASN meningkatkan etos kerja dan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah agar program yang telah direncanakan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.



