bakabar.com, MARTAPURA - Selama empat tahun terakhir, angka kemiskinan di Banjar terus menurun.
Dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Banjar, persentase penduduk miskin sepanjang 2021 sebesar 3,04 persen dan terus menurun menjadi 2,79 persen di akhir 2022.
Kemudian sepanjang 2023, angka kemisikan kembali turun menjadi 2,44 persen. Sementara hingga akhir 2024, angka kemiskinan di Banjar menjadi 2,37 persen.
Penurunan tersebut mencerminkan keberhasilan program-program pengentasan kemiskinan yang dijalankan oleh pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati H Saidi Mansyur.
"Capaian ini merupakan hasil dari strategi pembangunan yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan," papar Kepala Bappedalitbang Banjar, Nashrullah Shadiq, Jumat (7/3).
“Kami terus berkomitmen untuk menekan angka kemiskinan dengan pendekatan yang lebih inovatif dan berbasis kebutuhan masyarakat," imbuhnya.
Tercatat hingga akhir 2024, penduduk miskin di Banjar sebanyak 14,46 ribu jiwa. Indeks kedalaman kemiskinan berada di angka 0,33. Sementara indeks keparahan kemiskinan mencapai 0,07.
Angka itu menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi di antara masyarakat miskin semakin mengecil. "Hal tersebut menandakan kondisi mereka membaik dari tahun ke tahun," klaim Nasrullah.
Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan kemiskinan adalah berbagai kebijakan yang telah diterapkan, termasuk bantuan sosial, pemberdayaan usaha mikro, serta peningkatan infrastruktur di daerah-daerah yang masih tertinggal.
Kemudian peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan juga berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan.