bakabar.com, MARTAPURA - Ribuan jemaah memadati Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Banjar, untuk mengikuti prosesi Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan, Kamis (26/3).
Tidak hanya jalur darat yang dipadati jemaah, jalur sungai juga menjadi pilihan utama masyarakat untuk menuju lokasi haul.
Sejumlah jemaah terlihat datang melalui aliran Sungai Martapura menggunakan alat transportasi air seperti perahu mesin.
Jemaah yang datang dari wilayah hulu maupun hilir sungai tampak menyusuri aliran Sungai Martapura menuju pusat kegiatan haul.
Setibanya di lokasi, perahu-perahu yang mereka tumpangi ditambatkan di dermaga-dermaga sederhana yang telah disiapkan oleh relawan haul.
Penggunaan jalur sungai dinilai lebih efektif oleh jemaah karena pusat lokasi haul, yakni Masjid Jami Tuhfaturrogibin, berada tepat di bantaran Sungai Martapura.
Selain itu, jalur sungai juga menjadi alternatif untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di jalur darat yang meningkat selama pelaksanaan haul.
Untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah, petugas dari Polairud Polres Banjar, Polda Kalimantan Selatan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat turut disiagakan di sepanjang aliran sungai di sekitar lokasi kegiatan.
Mereka menyiapkan perahu karet dan kapal guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi darurat.
"Pengamanan pelaksanaan Haul Datu Kelampayan dilakukan secara menyeluruh, baik di jalur darat maupun jalur sungai," papar Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.









