bakabar.com, TANJUNG - Puluhan sekolah di Tabalong mengikuti gelaran Digital Learning Festival (Smart Digifest) 2026.
Gelaran tersebut dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tabalong ini merupakan rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan menampilkan berbagai inovasi.
Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, dari 6 sampai 8 Mei 2026, di Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalsel.
Plt Sekretaris Disdikbud Tabalong, Masdulhak Abdi, mengatakan, Smart Digifest 2026 diikuti 30 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP sederajat di Tabalong.
“Peserta ada 30 yang merupakan Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) yang ada di Tabalong,” jelasnya, Kamis (7/5/2026).
Abdi bilang Smart Digifest 2026, bertujuan untuk meningkatkan meningkatkan motivasi tranformasi digital di lembaga pendidikan.
“Ini pertama kami gelar untuk membangkitkan semangat dan motivasi transformasi digital di bidang pendidikan, untuk melompat lebih jauh,” ucapnya.
Menurut Abdi, ke depan satuan pendidikan di Tabalong secara masih akan memanfaatkan platform digital dan memahami digitalisasi untuk mengakses kemajuan dunia pendidikan.
“Melalui akses digital tidak ada sekat waktu dan ruang, semua punya kesempatan yang sama untuk maju di bidang pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong HM Noor Rifani, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Smart Digifest ini salah satu upaya penerapan tranformasi digitalisasi di tingkat satuan pendidikan.
Ia pun gembira dan bangga atas kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Tabalong.
"Ini hari yang menggembirakan bagi kita semua, karena Tabalong sekarang ini sudah menuju ke arah pendidikan digital,” terangnya didampingi Wakil Bupati Habib Muhammad Taufani Alkaf.
Kata H Fani, penerapan digitalisasi di satuan pendidikan salah satu cara untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di daerah ini.
“Untuk mewujudkan SDM unggul, suka atau tidak suka, anak-anak kita harus menguasai digital dan teknologi sehingga bukan jadi penonton melainkan menjadi pemain," katanya.
H Fani, berharap sekolah-sekolah yang telah menjadi KSRG menjadi sekolah rujukan google dan sekolah yang belum menjadi kandidiat menjadi KSRG.










