Pemkab Tabalong

Program 1 Desa 1 Wifi Tabalong Diapresiasi Gubernur Kalsel

Komitmen Kabupaten Tabalong dalam memperkuat infrastruktur digital hingga kepedesaan melalui Program Satu Desa Satu Wifi

Featured-Image
Bupati Tabalong HM Noor Rifani, bersama kepala daerah dan pejabat lainnya saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Foto - Prokopim Setda Tabalong

bakabar.com, TANJUNG - Komitmen Kabupaten Tabalong dalam memperkuat infrastruktur digital hingga kepedesaan melalui Program 
Satu Desa Satu Wifi, diapresiasi Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhidin.

Bahkan orang nomor satu di Pemrov Kalsel itu mendorong kabupaten dan kota lain untuk  menjadikan Tabalong sebagai rujukan percepatan transformasi digital wilayah.

"Daerah yang sudah memiliki Wi-Fi di tiap desa seperti Tabalong ini perlu dicontoh. Kabupaten kota lain tidak perlu jauh-jauh studi banding, cukup ke Tabalong saja,” kata Gubernur Kalsel, H Muhidin, saat memberikan arahan pada High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, Gubernur Kalimantan Selatan turut menyampaikan apresiasi atas kesiapan infrastruktur digital yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Tabalong.

"Infrastruktur digital yang telah dibangun itu kini  dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pelayanan publik dan transaksi daerah," ucapnya.

Dia menambahkan penguatan konektivitas internet desa sangat penting untuk mendukung penggunaan transaksi digital seperti QRIS serta mempercepat implementasi kebijakan TP2DD secara merata hingga wilayah desa dan pedalaman.

Terkait kegiatan High Level Meeting TP2DD, H Muhidin, menegaskan bahwa digitalisasi transaksi pemerintah daerah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, efisien, dan akuntabel, sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat. Yakni, upaya bersama untuk memastikan seluruh lapisan Masyarakat termasuk kelompok rentan, UMKM, dan penduduk di daerah terpencil dapat memiliki akses mudah, aman, dan terjangkau ke layanan keuangan formal (bank, asuransi, investasi, pembayaran) untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi mereka.

Hingga semester II tahun 2025, seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Selatan telah mencapai indeks digitalisasi daerah sebesar 100 persen serta meraih penghargaan TP2DD tingkat nasional secara berturut-turut. 

Melalui forum ini, pemerintah daerah didorong untuk terus memperkuat langkah percepatan digitalisasi melalui, optimalisasi penggunaan QRIS dan kanal pembayaran digital, 
percepatan implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada perangkat daerah.

"Termasuk penyusunan roadmap digitalisasi daerah secara terintegrasi, penguatan koordinasi antar perangkat daerah dalam penerapan ETPD danpeningkatan literasi transaksi non-tunai di masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang masif," tutup Muhidin.

Diketahui, Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, ikutmenghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 itu.

Pertemuan strategis ini juga diikuti para kepala daerah serta pejabat terkait dalam rangka memperkuat implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).

Keikutsertaan Kabupaten Tabalong dalam High Level Meeting TP2DD Tahun 2026 menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif hingga tingkat desa. Dengan dukungan program 1 Desa 1 Wi-Fi, Kabupaten Tabalong terus memperkuat posisinya sebagai daerah rujukan praktik baik digitalisasi desa di Kalimantan Selatan menuju tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Editor
Comment
Banner
Banner