Banjarmasin Hits

Pipa Bocor, Suplai Air Baku dan Curah ke BPAM Banjarbakula Terhambat

Pipa milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula terjadi kebocoran, sejak 7 Januari lalu.

Featured-Image
Perbaikan pipa di area Sungai Landas, Mandikapau. Foto: BPAM Banjarbakula

bakabar.com, BANJARBARU - Pipa milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula mengalami kebocoran, sejak 7 Januari tadi.

Pipa bocor berlokasi di area Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar.

Kondisinya berpengaruh terhadap suplai air baku dan air curah ke pelanggan BPAM Banjarbakula.

Pelanggannya meliputi PTAM Intan Banjar, PTAM Berkah Banua dan PDAM Bandarmasih.

Ada dua skenario perbaikan yang akan dilaksanakan BPAM Banjarbakula.

Skenario pertama perbaikan, dengan menyambung pipa transmisi jenis GRP berdiameter 1.200 mm.

Kedua, yakni penanganan dengan estimasi hingga 11 Januari.

Namun agar dapat tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan, BPAM Banjarbakula
bersama PTAM Intan Banjar berinisiatif untuk membuka kembali pintu intake air baku.

Intake itu milik PTAM Intan Banjar yang mengakses dari jaringan irigasi Riam Kanan.

"Untuk akses tersebut, kami bersurat kepada Balai Wilayah Sungai Kalimantan III sebagai regulator pemanfaatan air permukaan," papar Kepala BPAM Banjarbakula, Berty Nakir, Rabu (10/1).

BWS Kalimantan III menyetujui kegiatan tersebut. Sebagai tindaklanjut, pihak PTAM Intan Banjar melakukan pembukaan pintu intake di Pinus pada Senin (9/1) kemarin.

Dengan beroperasinya intake milik PTAM Intan Banjar di IPA Pinus, maka dapat menyuplai air baku sekitar 200 liter per detik.

BPAM Banjarbakula sendiri dapat memproduksi air curah sebanyak 150 liter per detik dengan komposisi untuk offtaker Muslimin sebanyak 100 liter per detik.

"Serta offtaker Guntung Manggis sebanyak 50 liter per detik," timpal Berty.

Volume ini memenuhi 35 persen dari permintaan keseluruhan air curah yang diperlukan PTAM Intan Banjar dalam melayani pelanggannya.

Baca Juga: Distribusi Air Bersih di Banjarmasin Kembali Dihentikan, Berikut Wilayah Terdampak

Editor


Komentar
Banner
Banner