bakabar.com, MARTAPURA - Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata 1 (S1) ke-21 dengan total lulusan 454 sarjana dari tiga fakultas di Balroom Grand Qin, Sabtu (16/11).
Sarjana termuda adalah berusia 20 tahun 4 bulan bernama Munawarah asal Kecamatan Pengaron, Banjar. Adapun tertua berusia 58 tahun bernama Muhammad Syukri asal Desa Rantau Bujur Kecamatan Aranio, Banjar.
Kemudian lulusan terbaik di Fakultas Syariah atas nama Siti Mutmainnah dengan IPK 3,86. Fakultas Tarbiyah atas nama Maulida IPK 3,90, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, atas nama Mu’minah IPK 3,93.
Rektor IAI Darussalam Martapura, Prof Dr H Abdul Hafiz Anshary AZ MA menyampaikan selamat kepada mahasiswa yang sudah diwisuda menjadi sarjana.
Prof Hafiz berpesan agar para lulusan ini mengamalkan ilmu yang sudah didapat. Jika tidak, ibarat pohon tanpa buah, tidak ada maknanya.
Kemudian Hafiz juga menginginkan punya peran di tengah masyarakat. Ini merupakan wujud dari mengamalkan ilmu. Para sarjana diharapkan berperan sesuai bidang masing-masing, memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
"Biar punya ilmu tinggi tapi tidak punya peran apa-apa di masyarakat maka tidak ada punya penghargaan, tidak punya makna. Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya," papar Hafiz
Prof Hafiz juga berpesan, agar tidak menjadi sarjana yang hanya menunggu. Ciptakan peluang, ciptakan karya, dan menjadi pembeda di tengah masyarakat.
"Gunakan waktu masa muda sebaik-baiknya, jangan menunggu masa tua baru berbuat jika tidak ingin menyesal nantinya," tambahnya
Sementara Ketua Yayasan Darussalam Martapura, Muhammad Husin, memyampaikan bahwa kehidupan nyata adalah ketika lulus sarjana dan terjun di tengah masyarakat.
Husin berpesan agar menempatkan akhlakul karimah di atas ilmu, dan terus mengembangkan ilmu.
Guru Husin juga menyampaikan bahwa Yayasan Darussalam terus berkembang tiap tahun. Bahkan mulai 2025 mendatang, dibuka program S2 dan target lain yang meningkatkan institut menjadi universitas.