bakabar.com, BANJAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memastikan penanganan teknis terhadap penurunan pondasi Jembatan Aramco di Pengaron segera dilaksanakan. Langkah ini untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran akses transportasi.
Hasil pemeriksaan tim teknis menunjukkan pondasi jembatan turun sekitar 20 cm akibat gerusan arus sungai saat banjir awal 2026. Struktur utama berbahan baja masih utuh. Dinas PUPRP Banjar tengah menunggu pemaparan hasil perencanaan konsultan sebelum melanjutkan penanganan fisik.
“Senin kami meminta konsultan perencana memaparkan hasilnya. Ini jadi dasar pelaksanaan perbaikan di lapangan,” kata Kepala Bidang Bina Marga, Jimmy.
Selain jembatan, titik longsor di ruas Jalan Pengaron–Kertak Empat juga dipantau. Anggaran perbaikan pondasi diperkirakan Rp 4–5 miliar, dan pekerjaan fisik direncanakan masuk program APBD 2027.
Plt Camat Pengaron, Heryanto, menambahkan, jalur alternatif melalui desa di Kertak Empat sudah disiapkan, termasuk pengalihan angkutan berat. Pemkab Banjar mengimbau warga tetap berhati-hati, mematuhi rambu, dan membatasi muatan kendaraan agar risiko terhadap jembatan berkurang.









