bakabar.com, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan menegaskan komitmen memperkuat sistem peringatan dini serta mempercepat program pengendalian banjir di Kawasan Banua Anam agar lebih terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Tindak Lanjut Rakor Penanganan dan Pengendalian Banjir yang digelar di Aula 2 Bapperida, Selasa (3/3).
Selain memperkuat sistem peringatan dini, tindak lanjut rapat juga mencakup implementasi arahan Menteri Lingkungan Hidup terkait perubahan pola tanam, konservasi lahan, serta relokasi rumah warga yang berada di titik rawan banjir seperti Desa Sungsum dan Desa Gunung Batu.
Dalam rapat yang dihadiri oleh berbagai unsur terkait, dibahas serangkaian langkah strategis penanganan banjir baik dalam skala jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain penyusunan Dokumen Evaluasi dan Desain (DED) serta masterplan pengendalian banjir secara menyeluruh, program normalisasi sungai untuk meningkatkan kapasitas aliran air, pembangunan kolam retensi untuk menampung debit air saat musim hujan tinggi, hingga pengembangan Bendung Pitap sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir utama.
Tak hanya itu, pihak pemkab juga membahas rencana sudetan sungai untuk membersihkan sedimen yang menyumbat aliran serta pembangunan tanggul yang kokoh guna melindungi pemukiman dan lahan pertanian dari genangan air.
"Kita tidak hanya fokus pada penanganan saat banjir terjadi, tetapi lebih kepada upaya pencegahan dan pengendalian yang berkelanjutan agar masyarakat bisa hidup lebih aman dan produktif," ujar salah satu pejabat yang hadir dalam rapat.









