bakabar.com, BANJARMASIN - Sekelompok pemuda yang senang melakukan aksi bersih-bersih sampah, Pandawara Group belum lama ini memang tengah menjadi sorotan.
Di balik aksi dari sekelompok pemuda yang digawangi Gilang Rahma, Rafly Pasya, Agung Permana, Rifki Sa'dulah, dan Muchamad Ikhsan ini tentunya banyak menuai pro dan kontra.
Namun, seolah ingin meluruskan, mereka pun memberikan klarifikasi tentang aksi bersihkan sampah. Mereka mengaku dalam beberapa kontennya tentang sampah yang selalu viral tidak pernah dimaksudkan untuk "mempermalukan" pemerintah setempat.
"Pandawara tidak pernah menyinggung siapa pun, kita selalu ekspos dan menginformasikan ke warga Indonesia apa yang kita dapatkan, dan tidak kita lebih-lebihkan," kata Gilang dilansir dari kompas.com, Senin (10/7).
Soal viral atau tidak semua tergantung dari media sosial itu sendiri.
"Kita selalu menyampaikan kabar apa adanya," jelas Gilang.
Gilang mengatakan, tujuan kegiatan kegiatan ini adalah untuk mempersatukan dan memperkuat sinergitas masyarakat serta Pemerintah.
"Kami ingin membuat masyarakat tidak saling menyalahkan lagi soal sampah ini. Karena, memang sebetulnya dalam hakikatnya soal sampah ini adalah tugas dari semua manusia di dunia ini dan yang terpenting masalah lingkungan adalah tanggung jawab kita semua," ungkapnya.
Usai sukses dengan aksi bersih-bersih di daerah Banten, kini mereka kembali melakukan gerakan besar-besaran bagi warga Lampung agar ikut membersihkan Pantai Sukaraja, Waymuli, Rajabasa, South Lampung Regency, Lampung.
Disinggung, dari mana mengetahui tumpukan sampah di Pantai Sukaraja sudah hampir berpuluh tahun, Gilang menjelaskan, informasi itu didapat dari Pandawara yang ada di seluruh Indonesia.
"Jadi, sampai saat ini kita mempunyai rekan-rekan di setiap kota. Dari Aceh sampai timur, mereka selalu memonitoring di setiap tempat dan kota, di Provinsi masing-masing. Pada akhirnya selalu ada laporan ke kita setiap saat, dan akhirnya kita datangi," tegasnya.
"Seperti yang kita sampaikan dalam video sebelumnya, kita sebelum melihat kondisi pantai ini, sudah punya informasi terkait ini," sambung Gilang.
Sementara, untuk penyebutan mengapa Pantai Sukaraja ini diklaim sebagai pantai terkotor nomor 2 di Indonesia, Gilang berkata karena pantai terkotor nomor satu ada di Pandeglang, Banten, dan sebelumnya sudah mereka bersihkan bersama warga.
Dia berharap, setelah pantai Sukaraja dibersihkan, pemerintah dan masyarakat dapat berkolaborasi menjaga kebersihan pantai.
"Kami berharap, ke depannya ada pemeliharaan lebih lanjut dari masyarakat dan pemerintah. Agar bisa berkolaborasi lagi membuat program yang bisa memberikan perubahan kondisi pantai ini," tandasnya.