Borneo Hits

MTQN XXXVII Kalsel 2026 Segera Dimulai, Batola Berpeluang Tunda Target Banjar

Kurang dari sepekan, Barito Kuala (Batola) menjadi pusat sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selata

Featured-Image
Kurang dari sepekan, Barito Kuala menjadi pusat sebagai tuan rumah MTQN XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026. Foto: bakabar.com/Bastian

bakabar.com, MARABAHAN - Kurang dari sepekan, Barito Kuala (Batola) menjadi pusat sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026.

Kompetisi kemampuan dalam membaca maupun memahami Al-Qur'an dan Hadis tersebut dijadwalkan berlangsung 18 hingga 26 Juni 2026 dengan Marabahan sebagai lokasi utama pelaksanaan.

Adapun Lapangan 5 Desember Marabahan ditetapkan sebagai pusat kegiatan, mulai dari seremoni pembukaan dan penutupan hingga arena perlombaan cabang tilawah remaja dan dewasa.

Sementara sejumlah venue lain di ibu kota Barito Kuala itu juga disiapkan untuk mengakomodasi berbagai cabang lomba.

Masjid Al-Istiqamah menjadi tempat pelaksanaan cabang tilawah anak-anak, tartil, dan cacat netra. Kemudian cabang qiraat Al-Qur’an digelar di Masjid Nurul Anwar, sedangkan Kantor DPRD Batola menjadi arena tahfiz Al-Qur’an golongan 1 juz, 5 juz dan tilawah.

Selanjutnya cabang tahfiz 10, 20 dan 30 juz dipusatkan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batola. MAN 1 Batola menjadi lokasi lomba hafalan hadis 100 dan 500 hadis, sementara cabang tafsir Al-Qur’an dilaksanakan di Masjid Agung Al-Anwar Marabahan.

Berikutnya fahmil Qur’an digelar di Aula BKPP Batola, syarhil Qur’an di Aula Dinas Pendidikan Batola, khat Al-Qur’an di SMAN 1 Marabahan, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) dan Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH) di SMKN 1 Marabahan.

Mengutip data Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kalsel, sebanyak 783 orang dari 13 kabupaten/kota telah ditetapkan sebagai peserta MTQN XXXVII.

Batola sebagai tuan rumah, menempatkan 61 peserta. Sedangkan Banjar yang berstatus juara bertahan, juga mengirimkan 61 peserta.

Selanjutnya Banjarmasin sebanyak 64 peserta, Banjarbaru 54 peserta, Tapin 58 peserta, Hulu Sungai Selatan 59 peserta, dan Hulu Sungai Tengah 53 peserta.

Kemudian Hulu Sungai Utara 63 peserta, Balangan 63 peserta, Tabalong 54 peserta, Tanah Laut 63 peserta, Tanah Bumbu 64 peserta, dan Kotabaru 66 peserta.

Persaingan menuju gelar juara umum diperkirakan berlangsung ketat. Banjar kembali menjadi sorotan, setelah sukses meraih predikat juara umum tiga kali berturut-turut.

Pun LPTQ Banjar memasang target mempertahankan dominasi, sekaligus membawa pulang piala bergilir untuk keempat kali secara beruntun.

“Setiap tahun pasti terjadi perubahan komposisi sekitar 10 sampai 15 persen, karena faktor usia peserta. Sekarang sekitar 10 hingga 15 wajah baru dari total 61 peserta,” jelas Ketua LPTQ Banjar Said Idrus Al Habsyi, melalui Sekretaris II Akhmad Nisfuwani, Rabu (10/6).

“Alhamdulillah sejumlah peserta unggulan kami masih bisa bertanding. Mudah-mudahan kami bisa kembali membawa pulang gelar juara umum untuk kali keempat," tegasnya.

Batola sendiri memiliki catatan manis dalam sejarah MTQN Tingkat Provinsi Kalsel. Diketahui Batola juga pernah menjadi tuan rumah MTQN Tingkat Provinsi XXV Kalsel 2010.

Bukan hanya sukses sebagai penyelenggara, Batola juga menjadi juara umum dengan total 71 poin. Prestasi ini mengungguli Banjar di posisi kedua dengan 49 poin dan Tanah Bumbu yang mengoleksi 37 poin di peringkat ketiga.

Editor


Comment
Banner
Banner