Pemkab Tabalong

Milad ke-79, HMI Gandeng KAHMI Tabalong Bedah Program 1000 Sarjana

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Tabalong dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung, menggelar diskusi panel

Featured-Image
Koordinator MD KAHMI Tabalong, Kadarisman, memberikan potongan nasi tumpeng kepada pengurus HMI Cabang Tanjung. Foto - bakabar.com/M Al Amin

bakabar.com, TANJUNG- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung menggandeng Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Tabalong menggelar diskusi panel membedah Program Beasiswa 1.000 Sarjana Pemkab Tabalong.

Diskusi panel tersebut digelar dalam rangka peringatan Milad ke-79 HMI di Balai Rakyat Dandung Sochrowadi, Komplek Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (15/2/2026).

Dalam kegiatan itu, KAHMI Tabalong menghadirkan akademisi asal Kalsel dengan pengalaman internasional, Prof Uhaib As’ad, sebagai narasumber utama.

Diskusi diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran Majelis Daerah (MD) KAHMI Tabalong, HMI Cabang Tanjung, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta undangan lainnya.

Ketua Panitia, Akhmad Badarudin, mengatakan peringatan Milad HMI tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan sosial dan intelektual.

“Ada tiga kegiatan yang kami gelar, yakni bakti sosial donor darah, diskusi ruang publik internal, dan diskusi panel ini,” ujarnya.

Untuk diskusi panel, kata Udin, sapaan akrabnya, fokus pembahasan diarahkan pada relevansi Program Beasiswa 1.000 Sarjana dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Berbicara KAHMI dan HMI tentu tidak lepas dari dunia pendidikan. Karena itu kami memandang program ini penting untuk didiskusikan, mulai dari konsep hingga realisasinya,” jelasnya.

Koordinator Presidium MD KAHMI Tabalong, Kadarisman, menilai Program 1.000 Sarjana sejalan dengan tujuan kaderisasi HMI yang menekankan tanggung jawab spiritual dan sosial.

“Program ini merupakan jawaban kritis yang senafas dengan tujuan HMI. Namun desain hulunya harus terhubung dengan kebijakan hilirisasinya,” tegas Kadarisman.

Menurutnya, tanpa perencanaan hilirisasi yang matang, program tersebut berpotensi melahirkan pengangguran intelektual baru.

“Program ini juga jangan berhenti pada aspek akademik semata. Mahasiswa harus tetap mengasah soft skill serta kecerdasan emosional dan sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Tabalong Abu Bakar Sidiq, mewakili Bupati HM Noor Rifani, menyampaikan bahwa Program Beasiswa 1.000 Sarjana telah mulai berjalan.

“Saat ini sudah ada 333 mahasiswa yang menerima beasiswa,” ungkap Abu saat membuka kegiatan.

Ia berharap ke depan para penerima beasiswa dapat melanjutkan pendidikan hingga S2 dan S3, sehingga mampu mendukung rencana pembangunan perguruan tinggi di Tabalong.

Abu juga meminta KAHMI dan HMI turut menyosialisasikan program tersebut, termasuk kerja sama Pemkab Tabalong dengan belasan universitas di Indonesia.

“Silakan dikaji dan didiskusikan bersama. Program ini akan berjalan maksimal dengan dukungan semua pihak,” pungkasnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner