bakabar.com, SAMPIT – Pemerintah Kecamatan Mentaya Hulu mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi kemarau ekstrem yang diperkirakan berlangsung pada Juni hingga September 2026.
Selain menjaga kesehatan, warga juga diminta mengurangi aktivitas yang dapat memperparah kerusakan jalan, terutama pada ruas jalan tanah yang masih mendominasi wilayah tersebut.
Camat Mentaya Hulu, HM Edison, mengatakan hingga awal Juni ini sejumlah wilayah masih diguyur hujan meski secara kalender telah memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca yang belum stabil menyebabkan beberapa ruas jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui.
“Kalau melihat prediksi BMKG, Juni sampai September berpotensi terjadi kemarau ekstrem. Namun saat ini di Mentaya Hulu masih sering turun hujan. Karena itu masyarakat perlu menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas yang bisa memperparah kondisi jalan,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Edison, kerusakan jalan paling banyak ditemukan di jalur penghubung Tanjung Jariangau–Kuala Kuayan serta ruas jalan dari eks PT Serapatim menuju sejumlah desa. Jalan-jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang sebagian besar masih berupa jalan tanah.
Tingginya curah hujan membuat badan jalan menjadi lembek dan berlumpur. Kondisi tersebut semakin rentan mengalami kerusakan apabila dilintasi kendaraan bertonase besar secara terus-menerus.
“Untuk sementara masih bisa dilewati, tetapi jalannya lembek dan berlumpur. Yang penting sekarang bagaimana akses masyarakat tetap aman dan nyaman,” katanya.
Edison memperkirakan panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 10 kilometer, terutama pada jalur Kilometer 28 menuju Kuala Kuayan.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah kecamatan bersama masyarakat dan perusahaan di sekitar wilayah setempat berencana melakukan perbaikan darurat setelah cuaca mulai membaik.
Perbaikan akan dilakukan melalui pemanfaatan alat berat milik perusahaan serta gotong royong masyarakat dalam program Habaring Hurung.
“Nanti setelah memasuki musim kemarau dan kondisi jalan mengering, kita lakukan perbaikan dengan sumber daya yang ada. Alat berat dari perusahaan kita manfaatkan, masyarakat juga kita libatkan untuk bergotong royong,” jelasnya.
Ia mengakui keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat sejumlah proyek pembangunan jalan belum dapat direalisasikan tahun ini. Karena itu, upaya yang dilakukan saat ini difokuskan pada penanganan darurat agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga.
“Yang terpenting sekarang jalan masih bisa digunakan dengan aman. Mudah-mudahan ke depan kondisi ekonomi membaik sehingga pembangunan infrastruktur bisa kembali berjalan maksimal,” pungkas Edison.




