Borneo Hits

Mengungsi di Kantor Kelurahan, Warga Landasan Ulin Timur Bertahan di Tengah Banjir Berulang

Tikar-tikar digelar di lantai Posko yang berlokasi di Kantor Kelurahan Landasan Ulin Timur.

Featured-Image
Para pengungsi di Posko pengungsian di Landasan Ulin Timur. Foto: bakabar.com/Fida

bakabar.com, BANJARBARU –Tikar-tikar digelar di lantai posko pengungsian yang berlokasi di Kantor Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru. Di sudut ruangan, sejumlah ibu tampak menenangkan balita yang mulai rewel, sementara anak-anak bermain seadanya.

Di tempat itulah puluhan warga Perumahan Terrace Pelangi, Jalan Tambak Buluh, memilih bertahan setelah banjir kembali merendam permukiman mereka.

Air mulai masuk ke kawasan tersebut sehari sebelumnya. Ketinggian air terus bertambah hingga mencapai lutut, bahkan pinggang orang dewasa. Kondisi ini memaksa warga, terutama ibu-ibu, balita, dan anak-anak, meninggalkan rumah dan mengungsi ke posko demi keselamatan.

Siti Jamilah menjadi salah satu warga yang masih bertahan di posko pengungsian hingga, Selasa (6/1). Meski genangan air sempat surut, Siti belum berani kembali ke rumah.

“Kemarin air sudah selutut orang dewasa. Sejak pagi sampai malam mulai turun, tapi sekarang belum tahu bisa pulang atau bertahan di pengungsian,” ungkapnya.

Di tengah kepanikan, Siti bersyukur sebagian besar barang berharga berhasil diselamatkan. Mulai dari kasur, pakaian, hingga televisi dipindahkan ke bagian rumah yang lebih tinggi.

Itu bukan banjir perdana yang dialami Siti, "Ini sudah yang ketiga sejak 2021 dan Januari 2025 lalu," paparnya seraya berharap banjir tidak lagi menjadi kejadian rutin yang memaksa warga mengungsi dari rumah.

Sementara Lurah Landasan Ulin Timur, Amirullah, menyampaikan terdapat 17 kepala keluarga dengan total 48 jiwa yang mengungsi dan menginap di kantor kelurahan.

“Mayoritas pengungsi adalah ibu-ibu, balita, dan anak-anak. Sementara para lelaki memilih bertahan di rumah untuk menjaga harta benda sambil menunggu air benar-benar surut,” jelasnya.

Banjir juga sempat terjadi beberapa hari sebelumnya di RW 4 RT 4. Akibatnya 1 kepala keluarga mengungsi ke kantor kelurahan, 6 kepala keluarga lain memilih mengungsi ke rumah anak, dan sebagian menyewa rumah sementara.

Adapun penanganan banjir dilakukan secara terpadu. BPBD Banjarbaru melakukan evakuasi warga, sementara bantuan logistik berupa bahan makanan dan pakaian disalurkan Dinas Sosial, TNI/Polri, serta sejumlah anggota DPRD.

Meski bantuan terus berdatangan, rasa cemas warga belum sepenuhnya hilang. Di tengah genangan air dan ketidakpastian cuaca, warga Landasan Ulin Timur hanya bisa menunggu air surut, rumah kembali aman, dan berharap banjir tak lagi menjadi tamu yang datang berulang kali.

Editor


Komentar
Banner
Banner