News

Kronologi UAS Sempat Ditolak Warga Ceramah di Bogor

apahabar.com, JAKARTA – Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak sejumlah masyarakat saat mau mengisi acara tablig akbar…

Featured-Image
Ustaz Abdul Somad. Foto-ngopibareng.id

bakabar.com, JAKARTA – Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak sejumlah masyarakat saat mau mengisi acara tablig akbar di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (17/6) besok.

Penolakan itu dideklarasikan lewat sebuah video yang tersebar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Mereka menolakUASmengisi acara di daerah Jonggol.

Dalam video itu, salah seorang pria yang mengaku warga Citra Indah City tak akan mengizinkan kehadiran UAS. Menurutnya, penolakan itu didasari sejumlah kejadian yang muncul dalam kegiatan UAS. Warga menyatakan penolakan UAS hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan video yang beredar itusudah lama dan masalah telah selesai. Ia mengklaim para warga saling memahami setelah mediasi.

“Itu video lama. (Tablig akbar) tetap dilaksanakan, mereka sudah mediasi saling memahami,” kata Iman dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (16/6).

Iman memastikan pihaknya bakal mengamankan kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan agar situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Selain itu, kata Iman, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengizinkan kegiatan yang akan dihadiri oleh UAS tersebut.

“Kami tetap menyiapkan pengamanan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sebagai informasi, UAS merupakan sosok penceramah kenamaan di Indonesia. Belakangan ia menjadi kontroversi lantaran ditolak masuk ke Singapura oleh otoritas setempat.

Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebut sejumlah alasan menolak kedatangan UAS di negara tersebut.

Salah satu poinnya yaitu UAS dianggap menyebarkan ajaran yang ekstremis dan segregasi. Singapura juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan UAS yang pernah membahas soal bom bunuh diri dalam ceramahnya.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” mengutip situs resmi Kemendagri Singapura.

Penolakan itu berbuntut proses yang dilakukan oleh sejumlah pendukungnya. Bahkan, kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura di Jakarta sempat didemooleh sejumlah massa dari ormas Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) DKI Jakarta pada bulan lalu.



Komentar
Banner
Banner