bakabar.com, BANJARMASIN – Pengurus Koordinator Daerah (Korada) ORADO Kalimantan Selatan menggelar pertemuan silaturahmi sebagai langkah awal penguatan organisasi di tingkat provinsi.
Ketua ORADO Kalsel, Muhammad Rizwan Ariffin, mengatakan pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk sosialisasi aturan permainan domino yang telah ditetapkan oleh pengurus pusat.
Namun demikian, Rizwan menegaskan bahwa saat ini ORADO belum melakukan penjaringan atlet atau pemain. Fokus utama masih diarahkan pada pembentukan dan kelengkapan kepengurusan ORADO di tingkat kabupaten dan kota.
“Saat ini kami memprioritaskan pembentukan kepengurusan kabupaten dan kota. Setelah lengkap, barulah digelar kejuaraan daerah dan dilanjutkan kejuaraan provinsi,” ujar Rizwan di Banjarmasin, Rabu malam (14/1/2026).
Ia menyebutkan, pengurus pusat menargetkan pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada April mendatang. Karena itu, percepatan pembentukan struktur organisasi daerah menjadi hal yang sangat penting.
Saat ini, kepengurusan Korada ORADO telah terbentuk di delapan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Masih dibutuhkan lima kabupaten/kota lagi agar kepengurusan tingkat provinsi dinyatakan lengkap.
Rizwan juga menambahkan, pelaksanaan Kejurnas menjadi syarat utama bagi ORADO untuk dapat bergabung dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
"Untuk masuk ke KONI, tentu harus melaksanakan Kejurnas terlebih dahulu,” jelasnya.
Secara nasional, kepengurusan Korada ORADO telah terbentuk di 38 provinsi dan seluruhnya telah mengikuti pelantikan nasional di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Pembina ORADO Kalsel, Muhammad Syaripudin atau Bang Dhin, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan ORADO Kalsel. Ia berharap organisasi ini mampu menyosialisasikan olahraga domino secara lebih luas dan terarah.
Menurutnya, ORADO juga perlu menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, guna mendukung keberlanjutan program organisasi.
“Kita juga akan mulai menggali talenta-talenta muda yang berpotensi menjadi wakil Kalimantan Selatan di Pra Kejurnas,” ujarnya.
Bang Dhin menegaskan, pembinaan atlet menjadi langkah strategis jangka panjang seiring target ORADO untuk bergabung dengan KONI dan berpartisipasi dalam berbagai event olahraga.
“Domino adalah olahraga yang sangat populer di masyarakat dan memiliki potensi besar,” tambahnya.
Ia juga mengakui adanya perbedaan aturan antara domino profesional yang menggunakan balok dengan domino tradisional berbahan kartu yang umum dimainkan masyarakat. Karena itu, penyesuaian dan sosialisasi aturan akan terus dilakukan oleh pengurus ORADO.



