kesehatan

Ketahui Gaya Hidup Pemicu Diabetes, Salah Satunya Akibat Kurang Tidur

Berbicara tentang diabetes, penyakit ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan atau gaya hidup yang kurang sehat.

Featured-Image
Ilustrasi orang kurang tidur. Foto-Net

bakabar.com, BANJARMASIN - Berbicara tentang diabetes, penyakit ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan atau gaya hidup yang kurang sehat.

Diabetes Melitus sendiri merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh metabolisme yang abnormal pada tubuh sehingga mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat

Penyakit ini tidak menular namun umumnya hanya menyerang orang-orang lanjut usia.

Komplikasi dari penyakit diabetes adalah kerusakan pada saraf dan pembuluh darah, yang dapat memicu timbulnya penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal dan kerusakan saraf di kaki.

Selain itu, adapun faktor-faktor tentang gaya yang memicu penyakit diabetes. Dilansir guesehat berikut faktor-faktor pemicu diabetes.

1. Pola Makan Tidak Sehat

Zaman sekarang, kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makanan yang sehat semakin rendah, dengan didukungnya juga tersedianya berbagai jenis-jenis makanan.

Apalagi sekarang, masyarakat lebih cendrung memilih makanan yang enak. Padahal makanan enak belum tentu sehat.

Makanan yang enak rata-rata memiliki kandungan lemak tinggi, kolesterol tinggi, terlalu banyak gula, memiliki bahan pengawet yang apabila semua hal itu terus dikonsumsi akan berdampak tidak baik untuk kesehatan.

2. Kurang Tidur

Kehidupan malam di era sekarang juga sudah menjadi pemicu datangnya penyakit diabetes, yang mana berdampak pada kualitas jam tidur serta berkurangnya waktu istirahat yang baik.

Kualitas tidur yang baik pada dasarnya berdurasi 8 jam. Jika kualitas tidur seseorang berkurang, maka akan memicu terkena diabetes karena resistensi insulin meningkat.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Kemajuan teknologi dan semakin instannya segala hal di era sekarang ini menyebabkan semakin berkurangnya aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik nyatanya juga berisiko tinggi memicu terjadinya obesitas.

Obesitas pada remaja 15-18 tahun sudah menjadi hal yang umum dan dapat berisiko terkena diabetes. Penyakit ini memang awalnya hanya menyerang orang-orang berusia lanjut. Namun, jika perilaku tidak sehat selalu dilakukan, maka akan berdampak pada perubahan transisi umur penderita diabetes.

Olahraga atau aktivitas fisik dapat membantu untuk mengontrol berat badan. Kurangnya aktivitas fisik dan obesitas dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin, resistensi insulin adalah penyebab terjadinya diabetes tipe 2. Pola makan yang tidak baik, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, dan obesitas sentral merupakan faktor risiko penyakit diabetes yang dapat diubah.

Itulah faktor-faktor yang memicu penyakit diabetes. Dengan ini, kesadaraan akan hidup sehat agar terhindar dari diabetes merupakan hal yang penting.

Salah satunya di mulai dari, pola makan yang baik, bijak dalam menerima budaya luar dan rajin olahraga atau aktivitas fisik. Jika hal ini terus dilakukan, maka dapat mengurangi terjadinya risiko diabetes.

Editor
Komentar
Banner
Banner