Kalsel

Keruhnya Air Terjun Mandin Damar Diduga karena Tambang Emas Ilegal

apahabar.com, BATULICIN – Sudah satu bulan belakangan ini Air Terjun Mandin Damar yang menjadi salah satu…

Featured-Image
Diduga karena aktivitas pendulangan emas ilegal, objek wisata Air Terjun Mandin Damar berubah menjadi keruh. Foto-istimewa

bakabar.com, BATULICIN – Sudah satu bulan belakangan ini Air Terjun Mandin Damar yang menjadi salah satu potensi wisata unggulan di Kabupaten Tanah Bumbu berubah warna menjadi keruh dan berwarna coklat.

Padahal, sebelumnya warna air terjun yang berada di Kecamatan Mantewe itu sangat bening. Banyak warga yang sengaja datang untuk menikmati kesejukan air terjun tersebut. Bahkan, Sekda Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, sempat mengunggah foto saat berkunjung ke Air Terjun Mandin Damar.

Ada dugaan, perubahan warna tersebut disebabkan oleh aktivitas penambangan emas ilegal yang beroperasi di sepanjang aliran sungai. Sejumlah pihak pun membenarkan hal tersebut.

“Memang ada penambangan. Akan tetapi pada saat dirazia pelaku tidak ada di lokasi, dan berdasarkan sumber bahwa pelaku utama dalam penambangan liar itu adalah orang pendatang. Bukan orang Tanah Bumbu,” ungkap Kepala Dinas Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Hamaluddin Taher, kepada bakabar.com, Selasa (10/12).

Menyikapi persoalan itu, tim gabungan yang terdiri dari pihak kecamatan, Polsek, Koramil, dan Dinas Kehutanan sudah menyelidiki penyebab keruhnya air terjun tersebut.

Rapat pun sudah digelar. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Tanah Bumbu sudah mengundang pihak kecamatan, Polres Tanah Bumbu, Kodim 1022/TNB, Bagian Hukum Setda, Dinas Lingkungan Hidup, dan sejumlah SKPD terkait.

“Keputusannya bahwa kami harus mengambil langkah walaupun jalur menuju ke lokasi adalah kawasan perusahaan, tapi tim kabupaten menyusun strategi bersama Polres dan pihak TNI dalam hal ini tim dari Dandim 1022/TNB. Sambil menunggu kematangan perencanaan tersebut,” kata Hamal.

Kapolsek Mantewe, Ipda Anang Setyawan, juga membenarkan adanya aktivitas penambangan emas ilegal yang menurut informasi mencapai 150 orang.

“Kemarin kita mengimbau agar mereka segera meninggalkan lokasi itu. Beberapa hari kemudian kami ke sana lagi, mereka sudah tidak ada,” kata Ipda Anang.

Keruhnya Air Terjun Mandin Damar dikeluhkan para wisatawan. Di sebuah grup Whatsapp @tanahbumbuinfo, seorang netizen mengeluhkan perubahan air terjun tersebut.

“8 Desember saya ke sana bersama teman-teman. Sesampainya di sana saya terkejut karena warna air sungainya tidak sama dengan yang saya sambangi dahulu. Saya kecewa dan khawatir. Seharusnya objek wisata ini bisa ditawat dan dijaga dengan baik,” katanya.

Baca Juga: UMP Kalsel Meningkat, BLK Juga Dituntut Optimal

Baca Juga: HDCI Kalsel Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Pulau Sebuku

Reporter: Ahc21
Editor: Puja Mandela



Komentar
Banner
Banner