bakabar.com, MARTAPURA - Para korban banjir di Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, mulai mengeluhkan penanganan pemerintah.
Sejumlah warga yang terdampak banjir, terpaksa mengungsi di pengungsian yang didirikan pemerintah provinsi dan kabupaten.
Namun makanan yang disediakan dari dapur umum pengungsian disebut kurang oleh sejumlah warga terdampak. Akibatnya mereka hanya mendapatkan makanan sekali dalam sehari.
"Biasanya siang dibagikan nasi bungkus. Tapi hanya sekali, karena pagi dan malam tidak tersedia. Sementara kami tidak bisa berkerja dengan kondisi air setinggi pinggang orang dewasa," keluh Abidin, warga Sungai Tabuk Keramat, Kamis (8/1).
Bahkan terdapat beberapa warga terdampak yang tidak mendapatkan makanan sama sekali dalam sehari, "Kadang tidak semua (korban banjir) kebagian. Intinya kurang," tegas Abidin.
Di sisi lain, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan mendatangi Sungai Tabuk Keramat untuk memberikan bantuan kepada para korban banjir. Menjelang kedatangan RI 2, sejumlah petugas keamanan dan instansi dari Pemprov Kalsel dan Pemkab Banjar telah bersiaga.
Gibran sendiri sudah tiba di Kalsel sejak pagi. Kemudian berangkat ke Balangan menggunakan pesawat dan mendarat di Bandara Warukin Tabalong. Selama kunjungan di Balangan, Gibran juga menengok kondisi lokasi pascabanjir di Tebing Tinggi.









