News

Kasus Flu Singapura Lagi Naik, Kenali Ciri-cirinya

Dalam istilah medis, penyakit ini disebut juga sebagai hand, food, and mouth disease (HFMD)

Featured-Image
ANAK yang terinfeksi flu Singapura.(Foto: primayahospital.com)

bakabar.co, JAKARTA -- Kasus flu Singapura kian merebak akhir-akhir ini, terutama menyerang anak-anak.


Di sejumlah wilayah Indonesia seperti Depok dan Banten, kasus Flu Singapura mengalami peningkatan. Bahkan, di Banten sudah ditemukan lebih dari 700 kasus flu Singapura sejak Januari hingga Maret 2024.

Dalam istilah medis, penyakit ini disebut juga sebagai hand, food, and mouth disease (HFMD). Di masa pergantian musim seperti saat ini, Anda perlu mewaspadai HFMD.

Bagaimana sih rasanya terinfeksi flu Singapura?

Youtuber Vincent Raditya dirawat di rumah sakit akibat flu Singapura. Penyakit itu membuatnya sulit makan, sulit menelan, hingga munculnya sariawan pada lidah.

"Panasnya, badan panas luar biasa, terus pegel semua, lemas gitu ya. Kalau malam gitu kayak kepanasan, meriang, enggak enak banget," ujar Vincent dalam Instastory di akun pribadinya yang dikutip dari detikcom, Minggu (24/3/2024).

Putra pasangan selebritas Baim Wong dan Paula Verhoeven, Kiano Tiger Wong, juga sempat mengidap flu Singapura, pada 2021 lalu.

Menurut cerita Paula, Kiano jadi sering rewel dan sempat mengalami demam tinggi. Tak hanya itu, Kiano yang biasa enerjik pun jadi lebih pendiam dan sulit makan. Tubuh Kiano dipenuhi dengan bentol-bentol yang lama kelamaan menjadi bintik merah.

"Tuh pahanya tuh (menunjukkan paha Kiano yang penuh bintik merah). Tuh merah-merah tu, kasihan, tangannya juga," ucap Paula.

"Dari bibir, ke tangan, telapak, ke badan, sama ke pantat semuanya bentol-bentol. Baru sekarang jadi merah, kemarin bentol doang," jelasnya, kala itu.

Kini Kiano telah sembuh dari penyakit tersebut.

Menukil laman Ikatan Dokter Indonesia (IDI), penyakit ini disebabkan oleh virus bernama Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71.

Virus ini menular melalui cairan atau lendir pada hidung, tenggorokan, dan lesi kulit yang pecah dari orang yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi jika adanya kontak erat dengan pasien yang terinfeksi.

Anak-anak menjadi kelompok paling berisiko penularan penyakit ini. Meski jarang, namun penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa, khususnya mereka dengan tingkat kekebalan tubuh yang rendah.


Gejala flu Singapura

HFMD atau flu Singapura pada anak umumnya diawali dengan gejala seperti demam, nyeri tenggorokan, nafsu makan yang menurun, dan rasa tidak enak badan.

Selang 1-2 hari, biasanya akan muncul bintik-bintik merah di rongga mulut yang nantinya pecah menjadi sariawan.

Selanjutnya, akan muncul ruam pada kulit di telapak tangan dan kaki.

Meski umumnya menunjukkan gejala yang ringan, namun pada beberapa kasus penyakit ini bisa berujung pada komplikasi yang berat. Lesi pada mulut bisa membuat anak kesulitan untuk minum hingga berakibat dehidrasi.

Dalam kondisi yang lebih parah, HFMD juga bisa menyebabkan penyakit berat seperti meningitis dan ensefalitis yang membuat pasien harus menjalani perawatan intensif.

Hingga saat ini, tak ada pengobatan khusus untuk penyakit flu Singapura pada anak. Pengobatan yang ada hanya bersifat simptomatik untuk mengatasi gejalanya.

Berikut beberapa gejala Flu Singapura yang bisa muncul, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI:

Demam
Sakit tenggorokan
Sariawan di lidah, gusi atau bagian dalam pipi
Hilang nafsu makan
Ruam merah yang tidak gatal
Lepuhan di telapak tangan, telapak kaki dan bokong
Nyeri perut
Batuk

Editor
Komentar
Banner
Banner