bakabar.com, BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,66 persen pada Desember 2025.
Inflasi tersebut terjadi seiring peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,14 di akhir Desember 2024 menjadi 111,06 sampai Desember 2025.
Kepala BPS Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, mengatakan inflasi y-on-y ini dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran berdasarkan hasil pemantauan di lima kabupaten/kota di Banua.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 3,98 persen. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan paling tinggi, yakni mencapai 21,64 persen.
Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 1,89 persen, kesehatan 3,31 persen, pendidikan 3,56 persen, transportasi 0,98 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,16 persen.
"Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,57 persen," jelas Mukhanif.
Di sisi lain, terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen.
Sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y, di antaranya emas perhiasan, beras, sigaret kretek mesin, bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, tarif rumah sakit, sewa rumah, minyak goreng, bensin dan telur ayam ras.
Berbagai makanan jadi seperti nasi dengan lauk, bakso siap santap dan ayam goreng juga turut memberikan andil inflasi.
Mukhanif bilang, selain komoditas kebutuhan pokok, sektor pendidikan dan transportasi juga berkontribusi terhadap inflasi.
Komoditas pendidikan meliputi SPP sekolah dasar, sekolah menengah atas, hingga perguruan tinggi, sementara dari sektor transportasi berasal dari kenaikan harga mobil dan sepeda motor.
"Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain tarif parkir, tomat, bawang putih, bayam, jagung manis, ikan gabus, ikan patin, sawi hijau dan ikan nila," paparnnya.
BPS Kalsel mencatat, kontribusi terbesar terhadap inflasi y-on-y berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 1,22 persen.
Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,63 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil 0,27 persen.









