bakabar.com, BANJARMASIN — Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Habib Hamid Bahasyim, meminta penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 difokuskan pada program-program yang benar-benar menjadi kebutuhan prioritas masyarakat.
Menurut Habib, keterbatasan kemampuan fiskal daerah harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dianggarkan. Ia menilai pemerintah daerah perlu lebih selektif agar anggaran tidak terserap untuk kegiatan yang kurang mendesak.
"APBD harus diarahkan untuk program yang manfaatnya jelas dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jangan sampai anggaran digunakan untuk kegiatan yang tidak menjadi prioritas," kata Habib di Banjarmasin, Jumat (10/7/2026).
Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang sejak awal, termasuk kesiapan pelaksanaan kegiatan dan kualitas sumber daya manusia yang terlibat. Menurut dia, perencanaan yang baik akan mengurangi risiko keterlambatan proyek maupun kegiatan yang berhenti di tengah jalan.
Habib juga mengingatkan agar seluruh proses penyusunan anggaran tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
"Penyusunan anggaran harus rasional, terukur, dan sesuai aturan. Jangan memaksakan program yang di luar kemampuan fiskal daerah," ujarnya.
Selain itu, ia menilai evaluasi terhadap program-program tahun sebelumnya perlu dilakukan untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran. DPRD, kata Habib, akan menjalankan fungsi pengawasan agar APBD 2027 benar-benar menjadi instrumen pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Yang terpenting, setiap program yang dianggarkan harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan pelayanan publik," pungkas Habib.









