bakabar.com, BANJARBARU - Ratusan sopir yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Kalimantan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kegubernuran Kalsel di Banjarbaru, Rabu (13/5).
Massa aksi menuntut pemerintah segera menertibkan praktik pelangsiran BBM subsidi hingga dugaan pungutan liar di sejumlah SPBU.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama menghapus pelangsir solar. Kedua mengembalikan harga BBM sesuai tera atau harga resmi. Ketiga menghentikan praktik parkiran di SPBU yang diduga menjadi modus pungli terhadap sopir.
Para sopir mengaku saat ini semakin tertekan akibat sulitnya mendapatkan solar subsidi dengan harga normal.
Mereka menilai keberadaan pelangsir membuat harga solar di lapangan melonjak dan merugikan sopir angkutan barang.
"Saat ini hampir tidak ada lagi solar dengan harga normal di SPBU. Karena harga sudah mahal, kami tidak dapat untung," seru salah satu perwakilan sopir truk asal Hulu Sungai Selatan (HSS) saat berorasi.
Massa juga menyoroti keberadaan parkiran di area SPBU yang disebut-sebut mengatasnamakan pengaturan antrean, namun diduga menjadi pungutan liar kepada sopir yang ingin mengisi BBM.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian di depan kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.
Massa meminta pemerintah daerah dan Polda Kalsel segera turun tangan agar distribusi solar subsidi kembali tepat sasaran dan tidak memberatkan para sopir kecil.



