bakabar.com, BANJARBARU – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) mengklaim seluruh masyarakat terdampak banjir di sejumlah kabupaten dan kota telah terlayani dari sisi kesehatan.
Penyaluran obat-obatan hingga vitamin dipastikan telah diberikan guna menjaga kondisi kesehatan warga di tengah situasi banjir.
Kepala Dinkes Kalsel, dr Diauddin, mengatakan upaya penanganan dilakukan melalui sinergi antara Dinkes Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar pelayanan kesehatan tetap menjangkau seluruh wilayah terdampak.
“Dinkes Provinsi bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten dan Kota untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak banjir terjamah pelayanan kesehatannya,” papar Diauddin, Selasa (6/1) sore.
Ia menjelaskan, keluhan kesehatan yang paling banyak dialami warga saat banjir adalah penyakit kulit, khususnya jamur pada kaki akibat terlalu lama terendam air. Oleh karena itu, jenis bantuan obat-obatan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Keluhan paling banyak biasanya batis belancat. Karena itu kami menyalurkan salep antijamur untuk mengatasi jamur kaki akibat terendam air,” bebernya.
Selain salep antijamur, Dinkes Kalsel juga menyalurkan vitamin serta obat-obatan pendukung lainnya. Distribusi dilakukan melalui kunjungan langsung tim Dinkes Provinsi ke lokasi banjir.
“Dari Dinkes Provinsi sendiri sudah beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan salep jamur dan vitamin,” sambungnya.
Dalam pelaksanaan penanganan, Dinkes Kalsel menurunkan dua tim, yakni tim dari Dinkes Provinsi dan Unit Krisis Kesehatan. Kedua tim tersebut telah menjangkau sejumlah wilayah terdampak banjir, di antaranya Cintapuri dan Sungai Tabuk.
“Unit krisis kesehatan sudah bergerak dan berkeliling ke wilayah terdampak. Memang wilayah banjir cukup luas sehingga tidak semua titik bisa dijangkau secara langsung oleh tim provinsi,” ungkap Diauddin.
Meski demikian, ia menegaskan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta Puskesmas yang tersebar di setiap wilayah.
“Di setiap kabupaten dan kota ada Puskesmas, sehingga layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir tetap tersedia,” tuturnya.
Diauddin juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko selama banjir, seperti gigitan ular berbisa dan bahaya sengatan listrik.
“Warga diharapkan berhati-hati terhadap gigitan ular berbisa dan juga bahaya kesetrum listrik,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi fisik agar tidak mudah terserang penyakit akibat lingkungan yang basah dan suhu dingin.









