Borneo Hits

Demi Tilawah Terbaik di MTQN Kalsel 2026, Farida Rela Menahan Godaan Es dan Gorengan

Sekalipun begitu menggoda, Farida Putri Said Asfar mesti membuang jauh-jauh es dan gorengan dari daftar menu selama mengikuti MTQN XXXVIII Tingkat Provinsi Kal

Featured-Image
Farida Putri Said Asfar ketika mengikuti final tilawah golongan anak-anak MTQN XXXVIII Tingkat Provinsi Kalsel di Marabahan. Foto: Istimewa

bakabar.com, MARABAHAN – Sekalipun begitu menggoda, Farida Putri Said Asfar mesti membuang jauh-jauh es dan gorengan dari daftar menu selama mengikuti MTQN XXXVIII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026 di Marabahan, Barito Kuala (Batola).

Farida merupakan kafilah Banjarmasin yang menjadi salah seorang dari tiga finalis tilawah golongan anak-anak. Adapun lomba cabang ini dilangsungkan di Masjid Istiqamah, Rabu (25/6).

Diberi kesempatan tampil selama kurang lebih 10 menit, siswi kelas VIII SMP Plus Citra Madinatul Ilmi tersebut tampil cukup meyakinkan.

Semuanya tidak dicapai dengan instan. Selain rutin berlatih dan terus berdoa, sulung dari empat bersaudara ini memilih menjauhi minuman es dan membatasi konsumsi gorengan agar tetap tampil prima di panggung tilawah.

"Sebenarnya saya memang tidak suka minum es. Meski terlihat enak, saya juga harus menghindari makan gorengan," ungkap Farida seusai mengikuti loma.

Langkah itu bukan tanpa alasan. Untuk peserta cabang tilawah, kualitas suara dan kondisi tenggorokan menjadi modal utama ketika tampil di hadapan dewan hakim.

Memang konsumsi minuman dingin dan gorengan tidak selalu berbahaya untuk orang sehat. Namun untuk sebagian orang dapat memicu iritasi tenggorokan atau rasa tidak nyaman yang berpotensi memengaruhi performa vokal.

Di sisi lain, putri kelahiran 12 Agustus 2011 ini memiliki misi membayar kegagalan dalam partisipasi perdana di MTQN XXXVI Kalsel 2025 yang berlangsung di Banjar.

"Kesempatan pertama belum rezeki. Semoga hasil yang didapatkan sekarang bisa lebih baik lagi, meski persaingan sangat ketat," jelas Farida.

Di balik perjuangan Farida, dukungan keluarga tetap menjadi penyemangat utama. Meski tak dapat mendampingi secara langsung selama perlombaan, kedua orang tua Farida terus memberikan doa dan dukungan dari rumah.

Sang ayah bekerja sebagai wiraswasta di bidang jasa ekspedisi. Sedangkan sang ibu fokus mengurus ketiga adik Farida yang masih kecil.

Ketertarikan Farida terhadap seni baca Al-Qur'an sendiri muncul dari keinginan sendiri. Mulai mendalami tilawah sejak duduk di kelas VI sekolah dasar dan terus menekuni bidang ini hingga sekarang.

Perjalanan belajar Farida juga ditempa di Rumah Tahfidz Qur'an Al Azhar Asy-Syarif Manarap, sampai akhirnya menorehkan berbagai prestasi. Salah satunya runner up syarhil Qur'an di Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Nasional XII di Jawa Barat 2024.

Namun niat Farida mengikuti MTQ bukan sekadar mengejar prestasi, "Semoga saya bisa terus mengikuti MTQ dan meneruskan niat untuk mensyiarkan Al-Qur'an," tutupnya.

Editor


Comment
Banner
Banner