Hot Borneo

Angkat Kisah Perjuangan Hassan Basry, Drama Teater Seni Pertunjukan ULM Bius Penonton

Kisah heroik Brigjend TNI (Purn) Hassan Basry memerangi penjajah Belanda di tanah Kalimantan Selatan dikemas dengan apik

Featured-Image
Kisah perjuangan Brigjen TNI Hassan Basry dikemas dalam drama teater oleh mahasiswa dari Prodi Seni Pertunjukan FKIP ULM. Foto-foto: apahabar.com/Riyad.

bakabar.com, BANJARMASIN - Kisah heroik Brigjend TNI (Purn) Hassan Basry memerangi penjajah Belanda di tanah Kalimantan Selatan dikemas dengan apik dalam suatu drama teater yang dipersembahkan oleh Prodi Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan - Universitas Lambung Mangkurat (FKIP - ULM).

Pertunjukan untuk mengenang 100 tahun usia pahlawan nasional dari Kalsel itu digelar di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Banjarmasin, Jumat (10/2) malam.

Rasa sedih, kemarahan, haru, hingga sukacita dapat dirasakan betul oleh ratusan pasang mata yang menyaksikannya.

Sorak tepuk tangan membahana dari penonton lantas menutup daripada pertunjukan bertajuk 'Hassan Basry, Tetap Merdeka' itu.

Salah satunya Hesti, Mahasiswi Prodi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) ULM itu merasa sangat terpukau dengan pertunjukan yang ditampilkan oleh mahasiswa Sendratasik angkatan 2019-2022 itu.

"Feelnya dapat banget. Semua didukung dengan lightning, sound, intonasi dan gerak-gerik pemain yang oke banget," ungkap perempuan berusia 22 tahun tersebut.

Salah satu adegan menunjukan dua orang pejuang ditawan oleh tentara Belanda. Foto: bakabar.com/Riyad.
Salah satu adegan menunjukan dua orang pejuang ditawan oleh tentara Belanda. Foto: bakabar.com/Riyad.

Sang sutradara, Ariyo Ramadan Ariyadi mengatakan, suksesnya acara tersebut tak terlepas daripada kerja keras tim produksi, talent dan manajemen. Proses panjang turut mengiringi perjalanan mereka.

"Mengusung tema perjuangan bapak Hassan Basry ini penuh tantangan dan tanggungjawab besar," kata Ariyo dalam sambutannya.

"Proses riset data, ziarah, dan lain sebagainya sangat memberi kesan, bagaimana bapak Hassan Basry begitu besar perannya, terlebih bagi anak muda saat ini," imbuhnya.

Pasalnya, kata Ariyo, segala hal yang menunjang kenyamanan hidup , terkhusus bagi masyarakat di Bumi Lambung Mangkurat saat ini merupakan hasil kerja keras daripada Bapak Gerilya Kalimantan - (julukan bagi Brigjen TNI (Purn) Hassan Basry).

"Beliau, sejak umur 22 tahun sudah berjuang untuk memerdekakan tanah Banua. Maka dari itu pertunjukan ini diharapkan jadi titik awal agar kita menjadi sadar supaya kita sama-sama membawa generasi kita menjadi maju," tuturnya.

Sementara itu, Ibnu Al-Faruq, pemeran Hassan Basry, mengungkapkan, memerankan sosok Brigjen TNI (Purn) Hassan Basry merupakan tantangan tersendiri baginya.

Menurutnya waktu dua bulan adalah proses yang diperlukannya untuk mendalami kisah cerita perjuangan Panglima ALRI Divisi IV Kalimantan itu.

Ibnu lantas menceritakan proses unik selama dirinya melakukan riset data untuk mengetahui perilaku pahlawan asal Kandangan, Hulu Sungai Selatan itu.

"Saya terus menerus terharu selama penggarapan. Ketika ziarah pun, baru pertama kali melangkahkan kaki, air mata saya langsung tak tertahankan," kisanya.

Koordinator Program Studi Program Seni Pertunjukan FKIP ULM, Tutung Nurdiyana lantas mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh anak-anak muridnya.

"Mereka riset data, kemudian berlatih keras selama dua bulan ini. Sungguh luar biasa," ujarnya.

Alasan pemilihan kisah ini sendiri, kata Tutun, supaya generasi-generasi masa kini tidak lupa tentang perjuangan Brigjen TNI (Purn) Hassan Basry.

"Kita berharap generasi ini tidak lupa tentang kisah perjuangan pahlawan-pahlawan kita," tandasnya.

Adegan pemuda-pemudi Kalsel tengah membangkitkan semangat juang untuk melawan tentara Belanda. Foto: bakabar.com/Riyad.
Adegan pemuda-pemudi Kalsel tengah membangkitkan semangat juang untuk melawan tentara Belanda. Foto: bakabar.com/Riyad.



Editor
Komentar
Banner
Banner