bakabar.com, BANJARBARU - Asosiasi Guru Ngaji Indonesia (Agnia) resmi hadir sebagai wadah pemersatu dan penguat peran guru mengaji di seluruh Indonesia.
Organisasi ini dipimpin figur-figur berpengalaman di tingkat nasional dan diharapkan mampu bergerak profesional serta terarah dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an.
Ketua Umum Agnia, Anggy Firmansyah, menjelaskan organisasi diarahkan menjadi motor penggerak konsolidasi nasional guru mengaji, sekaligus membangun sistem organisasi yang profesional, transparan dan akuntabel.
"Kami ingin membangun sistem organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel," jelasnya.
Terdapat tiga fokus utama yang akan dijalankan Agnia. Mulai dari konsolidasi nasional guru mengaji, advokasi kebijakan yang berpihak kepada penguatan pendidikan Al-Qur’an, serta peningkatan kapasitas guru mengaji melalui program pelatihan dan pengembangan berkelanjutan.
"Pembentukan Agnia dilatarbelakangi jumlah guru mengaji di Indonesia yang begitu banyak. Berdasarkan data BKPRMI, terdapat sekitar 928 ribu guru yang melayani pembelajaran Al-Qur’an untuk sekitar 270 juta umat di Indonesia," sahut Nanang Mubarok, Sekretaris Umum Agnia.
Nanang yang juga Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini menyebut struktur kepengurusan Agnia diperkuat Bendahara Umum, Muzahid Akbar Hayat, juga akademisi dan pemerhati guru ngaji.
Adapun Ketua Dewan Pengawas Agnia, Sudian Noor, menegaskan urgensi penguatan literasi Al-Qur’an secara nasional.
"Berdasarkan hasil penelitian Institut Al-Qur’an Jakarta, sebanyak 72,25 persen Muslim di Indonesia tercatat masih buta aksara Al-Qur’an atau belum mampu membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik," papar Sudian Noor yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN ini.
Fakta tersebut menjadi perhatian serius dan memperkuat pentingnya gerakan nasional peningkatan literasi Al-Qur’an yang terstruktur dan terorganisasi.
Adanya dukungan berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI, AGNIA diharapkan mampu menjadi organisasi yang kuat, profesional, serta benar-benar membantu meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan guru mengaji di seluruh Indonesia.









