bakabar.com, BANJARMASIN - Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Mushaffa Zakir, menegaskan bahwa program Adiwiyata tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel ini menilai, esensi utama Adiwiyata adalah membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, sekolah-sekolah yang menyandang predikat Adiwiyata harus benar-benar menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga pelibatan aktif siswa dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Jangan sampai Adiwiyata hanya sekadar label atau kegiatan seremoni tahunan. Yang terpenting adalah implementasi nyata dan konsistensi dalam membentuk karakter peduli lingkungan bagi peserta didik,” ujarnya dalam rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Senin (13/4).
Mushaffa juga mendorong adanya evaluasi berkala terhadap sekolah-sekolah Adiwiyata, agar program tersebut tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak kehilangan arah. Ia menambahkan, peran guru, siswa, dan dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam memastikan keberhasilan program ini secara jangka panjang.




