Video Penganiayaan Anak di Sampit Viral, Diduga Libatkan Oknum Pelatih Silat

Dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pelatih silat di Sampit terhadap anak dibawah umur memicu kemarahan publik. Kasus ini telah lidik Polsek Ketapang.

Ilustrasi penganiayaan. Foto: Net

bakabar.com, SAMPIT – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 19 detik yang diduga memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur. Video tersebut dengan cepat viral dan memicu kemarahan publik.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu diduga melibatkan seorang oknum pelatih dari salah satu perguruan silat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Aksi tersebut terekam oleh warga dan kini menjadi sorotan luas di dunia maya.

Dalam rekaman video, tampak seorang pemuda mengenakan baju putih berdiri dalam kondisi tertekan dan ketakutan saat berhadapan dengan seorang pria berbaju hitam. Keduanya sempat terlibat adu argumen sebelum pria berbaju hitam tersebut melayangkan tendangan ke arah korban.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kemarahan terduga pelaku dipicu persoalan pribadi. Ia disebut tidak terima karena adik perempuannya diduga kerap berdekatan hingga menjalin hubungan dengan korban.

Peristiwa itu terjadi di kawasan permukiman warga di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, beberapa waktu lalu. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggam hingga videonya tersebar luas di media sosial.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat.

Kapolsek Ketapang, AKP Anis, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut.
“Benar, kami sudah menerima informasinya. Anggota saat ini sudah diterjunkan ke lapangan untuk menelusuri dan menyelidiki video yang beredar,” ujar AKP Anis saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Ia menambahkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian meminta waktu untuk mendalami seluruh fakta serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

“Nanti jika ada perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan. Mohon bersabar,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan anak di bawah umur serta figur yang seharusnya menjadi teladan di lingkungan masyarakat. Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.