bakabar.com, BANJARBARU - Berdasarkan pantauan terbaru, kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan masih relatif aman.
Meski suhu udara dalam beberapa hari terakhir cukup panas, curah hujan yang masih terjadi dinilai mampu menjaga kestabilan suhu permukaan lahan.
Dari pemantauan melalui satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), belum terlihat indikasi peningkatan risiko kebakaran yang signifikan di Kalsel.
"Walaupun cuaca cukup panas, masih ada hujan yang membuat peningkatan suhu permukaan masih relatif terkendali," klaim Kepala Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Minggu, (18/4).
Tinggi muka air di wilayah gambut yang tergolong rawan kebakaran tercatat masih berada di kisaran 40 sentimeter hingga 1,5 meter, sehingga belum memerlukan tindakan perendaman tambahan.
Sementara ketersediaan air di embung dan tempat penampungan air masih dalam kondisi aman.
Meski demikian, langkah antisipasi tetap disiapkan. Andai debit air di permukaan lahan gambut mulai menurun, BPBD Kalsel akan segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk melakukan perendaman melalui jaringan kanalisasi yang telah tersedia.
Selain memantau kondisi cuaca dan suhu permukaan, BPBD Kalsel juga terus melakukan patroli rutin di berbagai wilayah, termasuk di tingkat kabupaten dan kota guna memastikan kesiapan menghadapi potensi karhutla.
"Semoga hujan masih terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan agar dapat membantu menjaga kelembapan lahan, dan menekan potensi karhutla di Kalsel," tuntas Ronny.