bakabar.com, SAMPIT - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menghentikan sementara operasional sebuah longboat setelah salah satu awak kapal dinyatakan positif narkoba saat pemeriksaan menjelang arus mudik Idulfitri.
Temuan itu didapat saat Irawati bersama sejumlah instansi melakukan pengawasan transportasi sungai di pelabuhan bantaran Sungai Mentaya, yang melayani penumpang menuju Kabupaten Katingan.
Dalam kegiatan tersebut, tim memeriksa kelengkapan kapal, mulai dari alat keselamatan seperti jaket pelampung, kondisi mesin, hingga kesehatan awak kapal.
“Selain memeriksa kelengkapan kapal, kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap motoris dan helper. Dari hasil pemeriksaan, ada satu orang yang dinyatakan positif narkoba,” kata Irawati, saat dikonfirmasi media ini, Selasa (17/3/2026).
Karena didampingi aparat kepolisian, termasuk Satresnarkoba, awak kapal yang bersangkutan langsung diserahkan untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, longboat tersebut untuk sementara tidak diizinkan beroperasi.
“Penanganan diserahkan kepada pihak berwenang, dan kapalnya tidak boleh beroperasi dulu,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga membagikan jaket pelampung kepada sejumlah pemilik kapal yang belum memiliki alat keselamatan. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan keselamatan penumpang transportasi sungai.
Selain itu, Irawati mengimbau pengelola tempat wisata untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan, serta aktif memberikan imbauan kepada pengunjung agar tetap berhati-hati.
Menurutnya, jumlah wisatawan di Kotim, khususnya kawasan pesisir seperti Ujung Pandaran, cenderung meningkat saat libur Lebaran. Karena itu, sejumlah personel disiagakan untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung.
Tim yang disiagakan meliputi Basarnas, Satpol PP, BPBD, Damkar, kepolisian, TNI, hingga tenaga kesehatan.
“Setiap tahun biasanya meningkat. Karena itu, kami siapkan petugas agar masyarakat bisa berwisata dengan aman dan nyaman saat libur Lebaran,” tandas Irawati.