Status Darurat Banjir Banjar Dicabut, Kini Masuk Fase Transisi

Pemkab Banjar resmi mencabut status tanggap darurat banjir, berlaku mulai Senin (19/1). Jumlah pengungsi turun drastis dan kini daerah masuk tahap transisi samb

Sekda Banjar, H Yudi Andrea. Foto-bakabar.com/zainal

bakabar.com, MARTAPURA - Pemkab Banjar resmi mencabut status tanggap darurat banjir, berlaku mulai Senin (19/1). Jumlah pengungsi turun drastis dan kini daerah masuk tahap transisi sambil menyiapkan langkah rehabilitasi pascabanjir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar Yudi Andrea mengungkapkan, status kebencanaan daerah telah berubah dari tanggap darurat ke masa transisi.

Hal itu disampaikan usai Apel Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (19/1), bertepatan dengan rampungnya renovasi halaman kantor.

“Status tanggap darurat sudah dicabut dan sekarang masuk tahap transisi. Arahan kepala daerah, kita fokus pada penanganan pascabanjir, terutama pendataan kerugian material sebagai dasar kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Yudi.

Apel Hari Kesadaran Nasional yang biasanya digelar setiap 17 Januari itu digeser karena bertepatan dengan hari libur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banjar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan relawan lintas SKPD yang terlibat dalam penanganan banjir.

Yudi menyebut, meski curah hujan masih terjadi, kondisi banjir secara umum mulai surut. Jumlah warga terdampak dan pengungsi pun terus menurun.

“Pengungsian sekarang sudah di bawah 1.000 orang. Data terakhir sekitar 800-an, bahkan update per 18 Januari sore tercatat 560 jiwa,” jelasnya.

Saat ini, masih terdapat delapan kecamatan yang terdampak banjir, di antaranya Sungai Tabuk, Martapura Barat, Martapura Timur, Astambul, serta Cintapuri Darussalam dan sekitarnya. Di beberapa titik, air masih menggenangi permukiman warga.

Terkait pemulihan, Pemkab Banjar tetap melanjutkan pelayanan kemanusiaan, termasuk layanan kesehatan.

“Dinas Kesehatan masih siaga penuh. Tim dibagi ke beberapa titik bencana dan pelayanan kesehatan tidak dikurangi, terutama untuk mencegah penyakit pascabanjir,” katanya.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar per 18 Januari 2026 pukul 16.00 WITA, banjir berdampak pada 25.412 rumah, dengan 4.530 rumah terendam.

Total warga terdampak mencapai 95.401 jiwa, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.

Selain itu, ratusan fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah, hingga ribuan hektare lahan pertanian turut terdampak.

Baca Juga: Bupati Banjar Warning ASN soal Pascabanjir dan Serapan Anggaran