Operasi Patuh Intan 2026 Ditunda, Berikut Penjelasan Dirlantas Polda Kalsel

Operasi Patuh Intan 2026 yang rencananya digelar Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai 8 hingga 21 Juni 2026 ditunda.

Direktur Lalulintas Polda Kalsel, Kombes Pol Dr. M Fahri Siregar (tengah) usai apel Ops Patuh Intan 2025 lalu. Foro: Dok Bakabar.com

bakabar.com, BANJARBARU - Operasi Patuh Intan 2026 yang rencananya digelar Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai 8 hingga 21 Juni 2026 ditunda.

Penundaan tersebut dibenarkan Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Dr Fahri Siregar, Senin (8/6). “Betul, ditunda,” ujar Fahri saat dikonfirmasi, Senin pagi.

Fahri menjelaskan hingga kini belum ada kepastian kapan operasi tersebut akan dilaksanakan. Polda Kalsel masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Korlantas Polri.

“Kita akan menunggu informasi lebih lanjut. Karena nanti penunjukan dari Korlantas Polri,” katanya.

Meski operasi ditunda, jajaran lalu lintas tetap mengintensifkan kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Fokus kegiatan diarahkan pada edukasi, imbauan, serta pelayanan rutin yang ditingkatkan.

“Kegiatan kita intensifkan lebih kepada pelayanan kepada masyarakat dulu. Melalui kegiatan yang sifatnya edukasi, imbauan, dan juga pelayanan kepada masyarakat yang rutin tapi ditingkatkan,” jelas Fahri.

Sejumlah kegiatan yang akan diperkuat di antaranya pengaturan lalu lintas di lapangan, edukasi keselamatan berkendara, hingga program Polantas Menyapa.

“Contohnya gatur lalin, lalu itu edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan Polantas Menyapa dan sebagainya,” lanjutnya.

Di sisi lain, Polda Kalsel telah meminta seluruh jajaran menarik sementara informasi maupun publikasi Operasi Patuh Intan 2026 yang sebelumnya terlanjur disebarluaskan kepada masyarakat. Baik berupa spanduk, baliho maupun unggahan di media sosial.

“Saya sudah minta segala informasi yang sudah disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk apa pun, baik berupa material seperti spanduk, baliho, atau bahkan yang di media sosial, sementara waktu ditarik karena operasinya ditunda,” ungkap Fahri.

Polda Kalsel juga meminta masyarakat tetap disiplin dan tertib berlalu lintas meski tidak ada operasi yang sedang berlangsung.

“Kita berharap tetap kepada masyarakat untuk tetap tertib lalu lintas. Jadi bukan karena operasi terus masyarakat menjadi tertib, tetapi setiap waktu masyarakat kita harapkan tetap tertib lalu lintas,” tegasnya.

Menurut Fahri, kesadaran berlalu lintas harus menjadi kebutuhan bersama demi keselamatan di jalan raya.

“Walaupun tidak berbentuk operasi, kita berharap masyarakat juga tetap tertib lalu lintas,” pungkasnya.