Kuota TPA Dikurangi, Sampah di Banjarmasin Menggunung

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengungkapkan, kondisi ini dipicu oleh pembatasan kuota pembuangan di TPA Regional Banjarbakula

oleh Baha
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengungkapkan, kondisi ini dipicu oleh pembatasan kuota pembuangan di TPA Regional Banjarbakula. Foto: Istimewa

bakabar.com, BANJARMASIN – Persoalan sampah kembali menjadi tantangan serius bagi Kota Banjarmasin. Di sejumlah titik, tumpukan sampah terlihat menggunung dan mengganggu aktivitas warga.

Beberapa lokasi yang terdampak antara lain TPS Teluk Dalam, Pasar Telawang, Jalan Jafri Zam-Zam, Siring Menara Pandang, hingga kawasan Pasar Kuripan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengungkapkan, kondisi ini dipicu oleh pembatasan kuota pembuangan di TPA Regional Banjarbakula. Akibatnya, ritme pengangkutan sampah tidak lagi sebanding dengan volume sampah yang terus dihasilkan setiap hari.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki, mengatakan pihaknya kini berada dalam situasi sulit. Pengurangan kuota pembuangan ke TPA Regional Banjarbakula di Cempaka, Banjarbaru, membuat beban sampah di dalam kota semakin meningkat.

“Sekarang ini kita diberi kuota pembuangan yang dikurangi 100 ton per hari, sehingga hanya boleh 200 ton per hari,” ujarnya.
Padahal, meski telah melalui berbagai proses pengolahan seperti di TPS3R, Pusat Daur Ulang (PDU), rumah kompos, hingga rumah pilah, volume sampah yang tetap harus dibuang ke TPA masih mencapai sekitar 270 ton per hari.

Artinya, terdapat selisih sekitar 70 ton sampah yang tidak tertangani setiap harinya.

Kondisi ini diperparah oleh momentum Ramadan dan libur operasional saat Hari Raya Idulfitri, yang menyebabkan terjadinya penumpukan sampah.

DLH mencatat, hingga kini akumulasi sampah yang tertahan di berbagai TPS mencapai sekitar 240 ton. Jumlah tersebut merupakan sisa sampah yang belum terangkut sejak pasca-Lebaran akibat keterbatasan kuota harian.

Untuk mengurangi dampak lingkungan dan menjaga kenyamanan warga, DLH Banjarmasin mengambil langkah darurat di sejumlah titik penumpukan.

“Jangka pendek, di beberapa lokasi kami bersihkan dengan cara pengarungan. Ini dilakukan agar sampah tidak berhamburan ke jalan serta mengurangi bau tidak sedap,” jelas Marzuki.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi sementara, sambil menunggu penanganan lebih lanjut agar persoalan sampah di Banjarmasin tidak semakin meluas.