bakabar.com, SAMPIT - Warga Perumahan Bintang Wijaya Makmur, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dibuat geger oleh sebuah peristiwa yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) malam.
Dugaan perselingkuhan yang diduga melibatkan sesama anggota Polri menjadi perbincangan hangat setelah terjadi penggerebekan di salah satu rumah kawasan tersebut.
Peristiwa itu sempat membuat warga panik. Teriakan maling yang terdengar di tengah suasana perumahan yang sepi membuat sejumlah penghuni berhamburan keluar rumah untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Namun setelah warga berkumpul di lokasi, mereka mendapati bahwa keributan tersebut bukan disebabkan aksi kriminalitas, melainkan diduga terkait persoalan rumah tangga yang melibatkan anggota kepolisian.
Salah seorang warga, Azid, mengaku turut keluar rumah setelah mendengar teriakan tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar saat itu menyebutkan seorang anggota Polri memergoki istrinya bersama pria lain yang juga merupakan anggota kepolisian.
"Awalnya kami kira ada pencuri karena ada yang teriak maling. Setelah warga berdatangan, baru diketahui kalau ada dugaan persoalan pribadi yang melibatkan anggota polisi," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah yang menjadi lokasi kejadian ditempati seorang anggota Polri berinisial H bersama istrinya berinisial A. Sementara pria yang diduga berada di lokasi saat penggerebekan disebut berinisial K, yang juga merupakan anggota Polri.
Kabar mengenai peristiwa tersebut dengan cepat menyebar di lingkungan perumahan dan menjadi perhatian warga. Pasalnya, kasus itu diduga melibatkan personel kepolisian yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat.
Informasi yang beredar menyebutkan permasalahan tersebut telah dilaporkan ke Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kotim.
Sejumlah pihak yang terkait juga dikabarkan telah menjalani pemeriksaan guna mendalami dugaan pelanggaran etik yang terjadi.
Hingga saat ini, Polres Kotim belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Sementara Propam Polres Kotim juga belum menyampaikan hasil pemeriksaan maupun langkah yang akan diambil terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Publik kini menantikan penjelasan resmi dari institusi kepolisian mengenai kasus yang menjadi sorotan tersebut, sekaligus memastikan proses penanganan berjalan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.