Harga Sapi Kurban Naik, Pedagang di Sampit Sebut Minat Pembeli Turun 40 Persen

Kenaikan harga hewan kurban yang dipicu biaya transportasi hingga karantina membuat penjualan di Sampit tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya.

Ketersediaan hewan kurban di salah satu pedagang di jalan Semekto Sampit. Kondisi ekonomi yang belum stabil menjadi salah satu penyebab menjadinya lesunya penjualan hewan kurban tahun 2026 ini. Jumat (15/5/2026). Foto: bakabar.com/ Ilhamsyah Hadi

bakabar.com, SAMPIT - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, pedagang sapi kurban di Sampit mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat. 

Kenaikan harga hewan kurban yang dipicu biaya transportasi hingga karantina membuat penjualan tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya.

Salah seorang pengepul dan pedagang sapi kurban di Jalan Semekto, Sugito, mengaku tahun ini hanya mendatangkan sekitar 90 ekor sapi. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 150 ekor.

“Sekarang hanya mendatangkan sekitar 90 ekor karena harga sapi mahal, jadi kami mendatangkan sesuai pesanan pelanggan,” kata Sugito, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor dibanding tahun lalu. Harga sapi yang dijual pun bervariasi, tergantung ukuran dan bobot hewan.

Untuk sapi berbobot sekitar 100 kilogram, harga dibanderol sekitar Rp27 juta. Sementara sapi ukuran lebih besar dijual mulai Rp34 juta hingga Rp56 juta per ekor.

“Ada yang Rp34 juta, Rp35 juta, Rp37 juta sampai Rp56 juta,” ujarnya.

Sugito menyebut sapi dengan kisaran harga Rp34 juta hingga Rp37 juta menjadi yang paling diminati pembeli. Namun stok saat ini tersisa sekitar 20 ekor saja.

Ia menilai penurunan minat beli masyarakat mencapai hampir 40 persen. Kondisi ekonomi yang belum stabil menjadi salah satu penyebab utama lesunya penjualan hewan kurban tahun ini.

“Sekarang apa-apa mahal, ditambah ada pemangkasan anggaran pegawai, jadi minat beli turun hampir 40 persen,” ucapnya.

Selain sapi, harga kambing kurban juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Harga disesuaikan dengan ukuran dan berat hewan.

Sugito menjelaskan kenaikan harga hewan kurban dipengaruhi mahalnya ongkos kirim serta biaya vaksinasi dan karantina hewan yang kini mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor.

“Biaya karantina dan vaksin sekarang bisa sampai dua sampai tiga juta per ekor. Tapi semua hewan di sini sudah divaksin dan dijamin sehat,” tegasnya.

Meski daya beli menurun, Sugito tetap optimistis penjualan akan meningkat mendekati hari raya. Ia juga mengajak masyarakat yang ingin membeli hewan kurban untuk datang langsung ke lokasi penjualan di Jalan Semekto, Sampit.